10 Gambar Museum Pasifika di Nusa Dua Bali, Tiket Masuk, Opening Hours + Sejarah

Museum pasifika di nusa dua bali opening hours sejarah tiket masuk ada kabupaten adalah tripadvisor wikipedia tentang koleksi artikel isi penjelasan entrance fee gambar lokasi laporan letak 2017
Museum Pasifika, Foto: worldhotelsreservation.com

Lokasi: Kompleks Bali Tourism Development Corporation (BTDC) Area Blok P, Nusa Dua, Bali, 80363
Map: Klik Disini
HTM: Rp 50.000-Rp 75.000
Buka/Tutup: 10.00-18.00
Telepon: 0361 774935

Bila mendengar kata museum, pasti langsung terbayang kunjungan yang sangat membosankan dengan pameran yang juga membosankan. Namun, lain halnya dengan museum yang berada di Nusa Dua, Bali ini. Lokasi tepatnya di Kompleks Bali Tourism Development Corporation, Area Blok P. Museum ini didirikan sebagai sebuah tempat yang resmi untuk memajang atau memamerkan berbagai macam karya seni dari berbagai penjuru dunia.

Museum Pasifika Bali Nusa Dua, Foto: rentalmobilbali.net

Museum Pasifika memiliki koleksi seni hampir setengahnya dari populasi dunia. Khususnya kawasan Asia Pasifik yang memiliki keaneka ragaman budaya yang sangat menakjubkan. Selain itu juga, kawasan Asia Pasifik juga selalu menjadi tujuan utama para seniman dunia. Sang seniman menggabungkan budayanya dengan budaya lokal dan menghasilkan sebuah karya seni dengan gaya yang unik dan indah.

Museum Pasifika memiliki ruangan tersendiri untuk memamerkan koleksi dari tiap negara. Terbagi dalam beberapa paviliun yaitu seni Indonesia, Italia, Belanda, Indo-Eropa, ruang pameran, Indochina, Polynesia, Pasifik, Tapa dan Asia. Museum ini memang telah terpilih sebagai tempat koleksi seni budaya hampir dari seluruh kawasan Asia Pasifik.

Pameran Kesenian Bali dan Pasifik, Foto: empatkembara.wordpress.com

Museum dibuka mulai jam sepuluh pagi hingga jam enam sore. Tiket masuk atau entrance fee yang dikenakan cukup terjangkau, yaitu Rp 70000. Semua koleksi yang ada di sini adalah permanen, namun tidak menutup kesempatan untuk mengadakan pameran baik dari Indonesia ataupun dari negara lain.

Sejarah Berdirinya Museum Pasifika

 Dalam artikel ini akan memaparkan penjelasan mengenai sejarah didirikannya sebuah museum untuk menyimpan koleksi seni dari kawasan Asia Pasifik. Dari semua museum yang ada di Bali, Museum Pasifika memang termasuk baru.

Dengan membawa misi dan tujuan melestarikan dan mengenalkan tradisi budaya yang telah berlangsung lama dari beberapa generasi, disatukan dengan seni abad 20. Menghasilkan sebuah karya yang unik, berbeda dengan yang lainnya, namun tetap memberikan cita rasa budaya yang tinggi.

Wisata Edukasi di Museum Pasifika, Foto: panduanwisata.id

Pada awalnya dibuka dengan nama Asia Pacific Art Centre tahun 2004, kemudian berganti nama menjadi Museum Pasifika saat dibuka bulan Agustus tahun 2006.Alasan perubahan nama dan juga fungsi ini, karena semakin banyak koleksi seni yang disimpan di sini.

Menjadikannya sebuah kawasan objek wisata kelas dunia yang berada di pusat wisata Bali, memudahkan setiap orang untuk dapat melihat berbagai macam karya seni.

Saat pengunjung datang ke museum ini, di tiap ruangan atau paviliun akan terasa sekali nuansa seni dari budaya yang berbeda-beda. Seolah semua karya seni tersebut berinteraksi langsung dengan para pengunjung. Setiap karya memberikan ceritanya sendiri-sendiri. Oleh karenanya hal ini menarik perhatian para pengunjung. Beberapa bahkan mengadakan kunjungan grup baik dalam negeri, maupun wisatawan asing.

Memajang Benda Seni, Foto: tripadvisor.com

Untuk para pengunjung yang membutuhkan pemandu untuk berkeliling dalam museum Pasifika, pihak museum menyediakannya. Para pemandu siap untuk para wisatawan Indonesia dan juga Asing, dengan native speaker bahasa Inggris, Perancis, Jepang dan Jerman. Para pemandu akan siap dan menjelaskan isi museum tentang karya seni budaya dengan detil. Anda dapat menghubungi kontak yang tersedia pada website www.museum-pasifika.com untuk info lebih lanjut.

Museum Pasifika benar-benar menawarkan kenyamanan dalam memberikan fasilitas yang lengkap dan sangat memadai. Mulai dari ruang penyimpanan hingga akses untuk penyandang disabilitas atau memrlukan bantuan khusus. Semua tersedia dan bebas dari biaya.

Banyak Benda Antik, Foto: tribunnews.com

Kontribusi Untuk Negara

Museum Pasifika sangat berperan penting dalam menjaga kelestarian karya seni budaya di Indonesia maupun internasional. Selain itu juga selalu mengedepankan untuk mempromosikan karya seni, warisan budaya asli Indonesia. Oleh karena hal tersebut museum Pasifika mendapatkan Penghargaan bergengsi dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk usahanya untuk terlibat dalam promosi serta prestasinya meningkatkan kunjungan pariwisata sejak museum dibuka tahun 2006.

Pihak pengelola memang berkomitmen teguh untuk mempromosikan warisan seni budaya asli Indonesia. Namun, selain itu juga, pihak pengelola memiliki tujuan lainnya yaitu memberikan edukasi baik pada pengunjung siswa, seniman, maupun wisatawan umum mengenai budaya di kawasan Asia Pasifik.

Mengenal Seniman, Foto: anythingbali.com

Kawasan Asia Pasifik memiliki keaneka ragaman budaya serta etnis sehingga selalu menjadi destinasi favorit, tidak hanya bagi wisatawan, melainkan juga bagi seniman dari benua lain. Para seniman tersebut bekerja dengan  mengkombinasikan antara inspirasi dan kreativitas lokal yang beragam, dan akhirnya menciptakan gaya dan jenis  apa yang harus diamati untuk dapat menghasilkan keuinikan dan keindahan tersendiri.

Hampir semua ulasan ini dapat Anda temukan di laman tripadvisor maupun wikipedia. Namun, untuk lebih lengkap dan detil, langsung datang ke museum di kawasan BTDC, Nusa Dua, Bali ini. Tahun 2017 eranya digital, namun, museum yang satu ini tidak akan terkalahkan dari dunia digital. Saat masuk ke dalamnya, Anda akan mendapati 700 karya seni lukisan serta 400 patung. Semuanya lengkap dengan penjelasan di tiap karya seni.

Berdasarkan laporan yang diperoleh dari pihak pengelola, tercatat sekitar 200 seniman yang berasal dari 25 negara, yang mana karya mereka dipamerkan di museum ini. Maka dari itu, museum disebut sebagai Asia Pasific Art Museum terbesar di Asia.

Tujuan Wisata di Bali, Foto: tripadvisor.com

Koleksi Berharga dari Kawasan Asia Pasifik

Museum yang dibuka sejak tanggal 8 Agustus 2006 oleh seorang berkebangsaan Perancis, Philippe Augier, telah berjasa dengan penuh dedikan terhadap dunia seni dan budaya Indonesia maupun dunia internasional. Beliau mengumpulkan berbagai macam karya seni di sini, untuk dipelajari dan dinikmati oleh masyarakat umum.

Selain memajang hasil karya seniman profesional, ternyata pengelola museum juga memberikan kesempatan pada para pelajar untuk berkontribusi dalam karya seninya. Setiap bulan, pengelola museum mengundang para pelajar dari sekolah terdekat untuk belajar tentang seni di sini, tentunya dengan cara yang menyenangkan.

Kemudian akan diadakan lomba menggambar, dengan memilih sepuluh orang murid. Selanjutnya akan terpilih tiga orang pemenang, yang mana karyanya akan dipamerkan di museum, serta berhak mendapatkan hadiah.

Berlokasi di Nusa Dua, Foto: cloudfront.net

Museum Pasifika yang memiliki opening hours setiap hari, mulai jam sepuluh pagi hingga jam enam sore ini, ternyata memberikan biaya masuk dengan berbeda. Untuk wisatawan lokal sebesar Rp 50000 dan untuk wisatawan asing sebesar Rp 75000. Sedangkan untuk mahasiswa cukup dengan menunjukkan kartu mahasiswa dan membayar Rp 35000. Untuk pelajar sekolah dasar hingga sekolah menengah atas hanya dikenakan biaya sebesar Rp 5000.

Beberapa seniman yang karyanya dipajang di sini adalah Theo Meier. Beliau adalah figur paling pertama dalam pembukaan museum. Seniman lainnya adalah Antonio Blanco, Le Mayeur, Emilio Ambron, Renato Christiano, Miguel Covarrubias. Dengan hasil karya seni lukisan hingga karya sastra.

Pintu Masuk, Foto: tripadvisor.com

Untuk seniman Indonesia yang karyanya dapat kita jumpai di ruang 1 adalah hasil lukisan dari pelukis ternama, seperti Affandi, Nyoman Gunarsa, Raden Saleh, Ida Bagus Nyoman, Hendra Gunawan. Di museum ini juga menyimpan karya seni yang dituangkan dalam media kain. Seperti Kain ulos asli Batak. Ada juga surat asli yang ditulis langsung oleh mantan presiden Ir. Soekarno kepada Le-Mayeur.

Museum yang didirikan di atas lahan seluas dua belas ribu meter persegi ini memiliki fasilitas lainnya seperti restoran atau kafe dan open stage yang umum digunakan untuk menyelenggarakan berbagai macam acara. Jadi, jangan ragu lagi untuk menempatkan museum Pasifika dalam daftar paling atas untuk liburan Anda di Bali. Bahkan objek wisata ini menempati urutan kedua dalam Sembilan daftar tempat wisata terbaik di Bali menurut Tripadvisor.com.