Tugu Nama Gunung Bromo Diprotes, Haruskah Dimusnahkan?

Travel Blog Reservasi – Pembangunan tugu nama Gunung Bromo menuai protes keras.

Protes ini dilayangkan langsung dalam sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Pasalnya, keberadaan dua tugu nama di Kaldera Gunung Bromo, Jawa Timur ini dinilai merusak  lautan pasir yang merupakan kawasan konservasi alam dan merusak pemandangan lautan pasir yang merupakan objek wisata alam.

Selain dianggap merusak pemandangan, tugu nama yang berbentuk memanjang bertuliskan “The Sea of Sand Bromo Tengger Semeru” dan  “Bukit Teletubbies Bromo Tengger Semeru” ini juga dianggap menghambur-hamburkan uang.

Padahal, uang sebesar itu bisa digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat seperti menambah jumlah toilet di kawasan Bromo.

tugu nama gunung bromo
Dok, Masyarakat Fotografi Indonesia

Menurut Dewan Pembina Masyarakat Fotografi Indonesia, Sigit Pramono, untuk saat ini hanya ada satu toilet di sana. Toilet untuk wanita sangat kurang sehingga pengunjung mereka  harus membuat antrean panjang jika ingin menggunakannya, seperti yang dilansir oleh tim Reservasi dari berbagai sumber.

Sigit Pramono beranggapan, jika pembangunan tugu nama (signage) di tempat wisata buatan manusia seperti Ancol, Taman Safari dan lain-lain, mungkin masih dapat dipahami.

Namun, Bromo adalah tempat wisata yang merupakan anugerah Tuhan yang indah sehingga sama sekali tidak perlu dibangun tugu nama di sana.

Apabila ingin tetap membangun tugu nama di kawasan taman nasional, ia menyarankan agar dibangun di pintu gerbang masuk kawasan saja. Jangan di tengah-tengah obyek wisata yang justru mengganggu keindahannya.

Lalu apa tanggapan pihak Taman Nasional Bromo atas Tugu Nama Gunung Bromo ini?

Kepala Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), John Kennedie menilai protes dan kritik terkait pembangunan tugu nama itu adalah hal biasa. Menurut dia, wajar saja jika muncul perbedaan pandangan soal estetika.

Kepala TNBTS juga membantah bahwa keberadaan tugu nama itu mengganggu upaya konservasi yang ada di lokasi lautan pasir. Menurut John pula, pembangunan dua tugu yang menuai protes itu sudah pernah dibahas sebelumnya. John menyebutkan, semua pihak yang berkepentingan tidak menolak rencana pembangunannya.

Kalau menurut kamu bagaimana? Apakah kamu setuju akan pembangunan ini?

Bara artikel menarik lainnya tentang Gunung indah di Indonesia dari Reservasi.com

The post Tugu Nama Gunung Bromo Diprotes, Haruskah Dimusnahkan? appeared first on Reservasi Travel Blog.