10 Gambar Taman Diponegoro Semarang, Sejarah Hiburan + Alamat Bukit

Taman diponegoro semarang city central java hiburan sejarah alamat bukit
taman diponegoro semarang, foto: hellosemarang.com

Lokasi: Lempongsari, Gajahmungkur, Semarang City, Central Java 50231
Map: KlikDisini
HTM: Free
Buka/Tutup: 24jam
Telepon: –

Semarang merupakan salah satu kota tropis di Indonesia, hal itu menyebabkan terik matahari akan terasa sangat panas di siang hari. Karena hal tersebutlah maka pemerintah kabupaten semarang menyediakan atau membuat beberapa ruang terbuka hijau yang jumlahnya masih cukup seimbang dengan luas wilayah dan kepadatan kota ini. Dengan adanya ruang terbuka hijau tersebut, diharapkan masyarakat dan para wisatawan yang datang ke kota semarang menjadi lebih nyaman.

salah satu ruang terbuka hijau di semarang, foto: ugm.ac.id

Adapun beberapa taman yang dapat dijumpai ketika berada di semarang seperti taman tugu muda, tabanas, kb, singosari dan lain lain. Selain taman, kota semarang juga masih banyak memiliki ruang terbuka hijau baik dalam skala besar maupun kecil. Dari beberapa ruang terbuka hijau yang ada di kota semarang, taman diponegoro menjadi salah satu tempat yang paling digemari baik oleh masyarakat semarang maupun para wisatawan karena estetikanya. Hal ini karena taman diponegoro memang memiliki potensi jauh lebih maksimal jika dibandingkan dengan ruang terbuka lainnya di semarang. Di taman diponegoro sudah memiliki kelengkapan fasilitas taman maksimal, seperti tanaman dan pepohonan hijau yang rindang dan tertata dengan baik. Selain itu taman ini juga memiliki bangku dan penerangan di malam hari. Lalu apa sajakah daya tarik yang dimiliki oleh teman diponegoro? Untuk lebih jelasnya mari perhatikan ulasannya dibawah ini.

Sejarah Taman Diponegoro

sejarah pembangunan taman, foto: gambar-rumah.com

Sebelum kita membicarakan mengenai daya tarik yang dimiliki oleh taman diponegoro, akan lebih baik jika membahas mengenai sejarah pembangunan ruang terbuka ini. Hal ini karena taman diponegoro sudah dibangun sejak lahirnya kota praja semarang, yakni pada tahun 1906. Pada waktu itu, para dewan pengelola kota praja menilai bahwa daerah yang mereka pimpin dalam keadaan mulai kumuh, sehingga diputuskan untuk membuka daerah candi baru terutama permukiman masyarakat. Akhirnya pada tahun 1925 kawasan baru mulai dibangun dan taman diponegoro merupakan pusat dari kawasan permukiman Candi Baru tersebut, dimana pada jaman dahulu namanya adalah Raadsplein.

kawasan candi baru tempo dulu, foto: pamboedifiles.blogspot.co.id

Pada tahun 1926, thomas karsten dipercaya untuk membangun dan mengembangkan kawasan candi baru. Dimana konsep yang ingin diterapkan oleh Thomas Karsten dalam merancang kawasan ini adalah Garden City. Dengan konsep tersebut, thomas ingin menguatkan perancangan raadsplein, yakni dengan adanya bangunan-bangunan kota berbentuk public urban space merupakan pokok permasalahan yang harus ditangani. Desain Raadsplein di rangcang dengan menggunakan konsep Burgermeesterwoning pada bagian utaranya, sehingga membentuk sebuah aksis yang kuat dengan tujuan atau melambangkan kekuasaan walikota pada waktu itu. Selain itu, konsep tersebut juga merupakan salah satu penyelesaian kondisi topografi tanah yang miring di sekitar wilayah. Sehingga akhirnya terbentuklah sebuah taman yang menjadi pusat dari kawasan tersebut.

Daya Tarik Taman Diponegoro

beberapa fasilitas yang ada di sekitar taman, foto: pemkotsemarang2016.wordpress.com

Seperti yang sudah kami sebutkan bahwa sudah dari dulu taman diponegoro telah menjadi simpul pusat kawasan permukiman Candi Baru di kota semarang bagian. Selain itu taman ini juga merupakan simpul pertemuan antaran wilayah administrasi kelurahan tegalsari, lempongsari, wonotingal yang masuk dalam dua wilayah kecamatan yakni gajahmungkur dan candisari. Lokasinya yang terletak di tengah kawasan permukiman menjadi titik pertemuan enam jalan dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi. Hal ini menyebabkan taman diponegoro juga menjadi penghubung antara kota semarang bawah dan atas, yakni yang menghubungkan simpang lima melewati jalan diponegoro dan tugu muda melalui S.Parman.

keindahan taman diponegoro: foto: tamankita.wordpress.com

Karena lokasi dari taman diponegoro ini berada di tengah-tengah jalan besar seperti sultan agung, s. parman, kawi, diponegoro, argopuro dan telomoyo membuat pola traffic yang ada di sekitar kawasan tersebut menggunakan pola mendistribusikan arah lalu lintas ke jalur-jalur utama. Hal tersebut akan tampak begitu jelas dengan arus lalu lintas yang mengelilingi taman diponegoro dan kemudian akan menyebar ke beberapa jalur jalan disekitarnya.

jalan di sekitar lokasi taman, foto: mw2.google.com

Terlepas dari letak keberadaan taman diponegoro, dimana bentuk dari kawasan terbuka hijau ini memiliki bentuk empat persegi panjang dengan ukuran 50 x 15 meter. Dimana pada bagian tengah terdapat sebuah plaza yang berbentuk bulat dengan aksis utara dan selatan. Bentuk dan kondisi dari taman ini masih dipertahankan dari jaman dulu hingga sekarang, dimana pepohonan yang tertata dengan rapi menambah kesejukan lingkungan sekitar dengan memanfaatkan kondisi tofografis alami karena letaknya di daerah bukit. Karena taman diponegoro sudah ada sejak jaman belanda, maka pola tanaman yang ada disekitar dipengaruhi oleh konsep vista di Perancis pada massa Renaisance. Dimana pada jaman dahulu taman ini dirancang dengan sumbu menghadap ke arah rumah dinas walikota semarang pada jaman dulu, namun sekarang menjadi markas kasdam.

keindahan pemandangan di sekitar taman, foto: homeepiphany.s3.amazonaws.com

Karena pertumbuhan ekonomi kota semarang semakin cepat, membuat kawasan sekitar taman diponegoro mengalami beberapa perubahan disesuaikan dengan tuntunan pembangunan pemda. Hal tersebut ditandai dengan bangunan baru yang ada disekitar, seperti pertokoan pada bagian selatan taman, gereja dan susteran di timur, juga puri wedari di sebelah barat. Meskipun mengalami beberapa perubahan, namun daya tarik yang dimiliki oleh taman diponegoro ini tidak pernah berubah.

Lokasi dan Akses ke Taman Diponegoro

keramean jalan di sekitar taman, foto: kotawisataindonesia.com

Seperti yang sudah kami sampaikan diatas, bahwa taman diponegoro merupakan ruang terbuka hijau terletak di Kota Semarang bagian atas. Dimana terletak di pertemuan beberapa ruas jalan, yakni Sultan Agung (d.h. Dr.de Vogel weg), Diponegoro, Kawi, S. Parman, Telomoyo dan Argopuro. Enam ruas jalan tersebut membentuk sabuk lingkaran saling terhubung mengelilingi taman diponegoro yang berada di ketinggian kurang lebih 2 meter dari permukaan jalan-jalan di sekelilingnya.

bangku taman, foto: googleusercontent.com

Selain letaknya yang berada di pertemuan beberapa jalur utama, di sekitar taman diponegoro juga terdapat beberapa bangunan penting kota semarang, seperti bekas rumah dinas walikota semarang yang sekarang menjadi rumah dinas kasdam diponegoro, kaapel, pertokoan sultan agung dan puri wedari.

Namun karena letaknya tersebut juga menjadi kendala bagi para pengunjung yang ingin menuju ke taman diponegoro, hal ini karena akses ke lokasi tersebut cukup susah. Hal ini karena taman diponegoro memang diletakkan sebagai bundaran jalan dari arah Sultan Agung, Gajah Mungkur, RS Elizabeth, dan menuju pusat kota (Simpang Lima). Dengan adanya arus lalu lintas sibuk seperti itu membuat orang yang ingin menuju Taman Diponegoro menjadi malas dan takut untuk menyebrang. Karena itu lah banyak dari masyarakat dan para wisatawan yang datang ke kota semarang sedikit kesusahan ketika ingin datang ke taman diponegoro.