10 Foto Bukit Cinta Ambarawa Rawa Pening, Lokasi Wisata Semarang + Harga Tiket Masuk

Bukit cinta ambarawa bayat rawa pening nganjuk ubud bromo semarang wisata bojonegoro gorontalo labuan bajo lokasi foto batam jogja gunung gajah banjarnegara lembata blora bogor watu prahu bali temanggung flores waduk jatibarang loceret yogyakarta purwokerto kupang trawas negeri atas angin tulungagung klaten alas sekar argo belah aceh tenggara ada dimana arafah air molek blitar baturaden banyubiru cawas ciherang claket cineam campuhan cikarang coban rais ciwidey malang daerah mana
Bukit Cinta, Foto: dyanayuli.blogspot.com

Lokasi: Kebondowo, Banyubiru, Semarang, Jawa Tengah 50664
Map: Klik Disini
HTM: Senin-Jum’at Rp.6.000/Orang, Sabtu-Minggu Rp.7.500/Orang
Buka/Tutup: 08.00-18.00
Telepon: –

Saat Anda memiliki kesempatan berlibur ke Ambarawa, cobalah mampir ke Rawa Pening. Rawa Pening memiliki pemandangan yang cukup menyejukkan mata. Kawasan ini memiliki banyak sekali spot-spot keren yang akan memanjakan para photographer untuk membidikkan lensanya atau sekedar menikmati udara dan pemandangan yang indah. Anda dapat menikmati pemandangan Rawa Pening dari GoRong View atau dapat juga dinikmati dari Desa Sumurup tepatnya di tengah jalur kereta apinya dekat dengan tambak. Rawa Pening menawarkan beberapa destinasi wisata salah satunya yang populer adalah bukit cinta. Untuk menjangkau kawasan ini Anda menghabiskan waktu kira-kira 1 jam dari ibukota Jawa Tengah, Semarang.

Bukit Cinta Rawa Pening, Foto: lihat.co.id

Hamparan bukit hijau ini menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan lokal untuk sejenak melepas penat dari pekejaan. Banyak sekali para keluarga yang sengaja menghabiskan weekend mereka bersama anak atau sanak saudara disini. Selain hamparan bukit dan pemandangan nan eksotis yang disuguhkan, tempat ini juga kids friendly sehingga tidak sedikit orangtua yang memborong seluruh keluarganya kemari. Tidak hanya para pemuda pemudi saja yang datang kemari, para keluarga yang mengajak anak, cucu, kakek dan neneknya pun tak sedikit.

Rute Menuju Bukit Cinta

Bukit Cinta berada di Desa Bukit Cinta, Banyubiru yang berasal dari beberapa kecamatan diantaranya Kec. Banyubiru, Kec. Bawen, Kec. Ambarawa dan Kec. Tuntang. Dari 4 kecamatan ini yang merupakan pintu utamanya ada di Banyubiru.

Untuk mencapai lokasi ini, ada beberapa jalur yang bisa digunakan. Anda dapat masuk melalui Kec. Tuntang atau Kec. Banyubiru kemudian teruskan perjalanan kira-kira 5 km sampai ke Bukit Cinta. Tapi jika masuk melewati kecamatan Ambarawa, teruskan perjalanan hingga melintasi bukit sampai di Banyu Biru yang adalah tempat Bukit Cinta berada. Lokasi Bukit Cinta juga bisa ditempuh melalui perjalanan selama 20 menit atau 6 km dari kota Salatiga.

Pintu Gerbang Bukit Cinta, Foto: detik.com

Harga Tiket Masuk

Seperti kebanyakan tempat wisata yang dikenakan tarif masuk, Bukit Cinta juga menerapkan hal serupa. Tiket masuk untuk dapat menikmati keindahan lokasi wisata Bukit Cinta ini adalah Rp. 6000/orang di hari biasa sedangkan Rp. 7.500/orang saat weekend. Cukup murah, bukan? Oleh karena itu tempat ini menjadi salah satu lokasi favorit banyak orang untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang yang dikasihi atau untuk membuat kenangan-kenangan indah bersama keluarga.

Sejarah Bukit Cinta Rawa Pening

Dikutip dari berbagai sumber sebenarnya kawasan Bukit Cinta ini konon merupakan lokasi utama tempat pemantaun tumbuhan enceng gondog oleh para kompeni (pemerintahan kolonial Belanda). Saat kompeni tidak lagi menguasai negeri ini dan Indonesia sudah resmi merdeka dari penjajah, hal tersebut kemudian dilanjutkan oleh pemenrintah.

Sedangakan nama ‘Bukit Cinta’ didapat dari julukan para pengunjung yang datang kemari dikarenankan tempat ini menjadi tempat menghabiskan moment dengan orang yang disayangi atau dicintai sehingga terciptalah nama ‘Bukit Cinta’ oleh para masyarakat sekitar hingga saat ini. Semua sepakat memberikan nama tersebut sebagai tempat wisata. Karena namanya yang cukup menarik, banyak sekali yang akhirnya tertarik datang kemari hanya dengan mendengar nama tersebut. Peran sosial media turut serta membuat tempat wisata ini terkenal terutama dikalangan anak muda masa kini.

Ada Mitos Dibaliknya, Foto: hellosemarang.com

Ada Apa Saja di Bukit Cinta, Rawa Pening

 Selain pemandangan alam yang menkajubkan dan memanjakan setiap mata memandang, kawasan ini cukup instagramable. Jadi anak-anak muda senang sekali hunting foto untuk mereka post di akun instagram mereka. beberapa spot ditata cukup menarik minat para wisatawan dan terbukti ini berhasil.

Disamping itu legenda mengenai Rawa Pening yang sangat terkenal turut menambah keunikan tersendiri dari tempat wisata ini. Ada satu bangunan yang mirip dengan binatang ular dan bentuknya seperti ingin ‘melilit’ bukit dengan ekor dan kepalanya yang hampir saling menyentuh. Bagian bangunan ‘kepala ular berfungsi sebagai tempat memperoleh tiket masuk ke kawasan Bukit Cinta. Bentuk kepala dengan mulut terbuka seakan-akan ingin memakan para pengunjung.

Ternyata ada legenda dibalik dekorasi bangunan yang menyerupai ular ini. di Rawa Pening terkenal sekali legenda mengenai seekor ular yang berukuran besar sehingga badan ular ini bisa melingkari gunung. Ular tersebut sangat setia menunggu sebuah pengakuan sebagai seorang ‘anak’. Akan tetapi ketika si ular hampir tiba, ia dibunuh sehingga tidak dapat bertemu dengan anaknya.

Ramai Pengunjung. Foto: jejakpiknik.com

Seperti layaknya kawasan wisata pada umumnya, saat tiba disini Anda akan disambut papan bertuliskan ‘Bukit Cinta Rawa Pening’ yang berwarna putih agak kuning disebelah kanan dan pada saat masuk gerbang terdapat tulisan ‘Selamat Datang di Bukit Cinta Rawa Pening’. Terdapat beberapa tempat disini yang masih dalam tahap renovasi karena memang pemerintah daerah sekitar sedang menngalakkan program wisata untuk menarik minat wisatawan baik lokal maupun asing sehingga standar kawasan wisata menarik, menyenangkan, bersih dan tentu aman harus di terus ditingkatkan kualitasnya.

Jalan-jalan sambil berolah raga menyisir patung perut ular naga yang didepannya terdapat Museum Ikan. Di Museum Ikan ini terdapat aquarium yang berisi berbagai jenis ikan tawar dan hias. Pengunjung dapat pula membeli dan membawanya pulang. Ikan tersebut diantaranya ikan lele, ikan patin, ikan nila, dan beberapa ikan hias seperti ikan lele albino, ikan cupang, ikan karper dll. Yang cukup disayangkan dari lokasi Museum Ikan ini adalah kapasitas tempat yang belum optimal, mungkin kedepannya pihak pengelola seperti pemerintah daerah atau masyarakat sekitar dapat mengoptimalkannya dengan semaksimal mungkin. Jadi, para wisatawan akan merasa lebih puas dan senang berkunjung ke area ini.

Terdapat halaman dan taman yang indah saat berkunjung kesini. Ketika masuk dan menaiki anak tangga, Anda akan disambut rindanganya pohon-pohon pinus yang tinggi menjulang ke langit layaknya payung yang melindungi taman dari terik matahari. Ditengah-tengahnya ada sebuah aula yang masih dalam renovasi namun terkadang dimanfaatkan sebagai tempat kontes kicau burung oleh para komunitas atau pecinta burung di area semarang dan sekitarnya. Kontes seperti ini diselenggarakan pada bulan Mei-Juli atau pertengahan tahun. Ini bisa jadi alternatif tempat bagi para pecinta burung untuk sekalian datang menonton lomba kicau burung dan menikmati indahnya bukit ini.

Suasananya Sejuk, Foto: xsupri05.wordpress.com

Lokasi wisata Rawa Pening memiliki luas sekitar 2.670 hektar yang mempunyai daya tariknya tersendiri sehingga membuat para wisatawan tertarik kembali berkunjung kesini lagi dan lagi tanpa bosan. Di Rawa Pening ini ada sebuah legenda bernama ‘Baru Klinting’. Legenda ini berkisah mengenai sebuar mata air yang tiba-tiba bisa muncul dari lidi yang mana lidi tersebut bekas dicabut seorang anak. Konon katanya anak ini adalah titisan dari seekor ular naga. Oleh karena bekas lidi yang dicabut tersebut mengeluarkan mata air hingga menyebabkan banjir dan membuat seluruh desa tenggelam kemudian terciptalah rawa yang indah yang saat ini terkenal dengan sebutan rawa Pening.

Di Bukit Cinta sendiri memiliki mitos yang menjadi kepercayaan penduduk sekitar. Mitos yang beredar adalah ketika ada muda mudi yang bukan muhrim pergi ke tempat ini (Bukit Cinta) atau ‘berpacaran’ disini, maka dipercaya mereka akan segera mengakhiri hubungan mereka atau ‘putus’. Mitos ini dapat dipercaya atau sebaliknya tergantung masing-masing orang. Akan tetapi, ada beberapa fakta terkait mitos tersebut yang memang menjadi kenyataan. Namun, beberapa pasangan yang kesini menurut cerita orang-orang, mereka bisa berakhir di pelaminan dan memiliki anak. Jadi, silahkan percaya bagi yang mempercayainya atau silahkan tidak percaya bagi yang tidak mempercayai hal-hal tabu seperti mitos tersebut. Tapi, benar kata pepatah jika jodoh tak kan kemana, mungkin saja para pasangan yang putus ini memang tidak ditakdirkan bersama sehingga jalannya tidak mulus dan tidak bisa hingga ke pelaminan.

Terdapat beberapa tempat duduk yang lumayan banyak sehingga saat lelah berkeliling, para pengunjung dapat duduk beristirahat. Ditengah bukit juga terdapat sejumlah kursi taman yang cukup menampung 3 orang per kursi. Di beberapa tempat lainnya juga terdapat kursi yang berbahan semen beton antara lain di pinggir taman dan sekeliling bukit.

Objek Wisata Bukit Cinta, Foto: lihat.co.id

Disamping itu terdapat pula beberapa wahana bermain. Itulah mengapa tempat ini tidak hanya populer dikalangan remaja namun para orang tua yang telah memiliki sejumlah anak pun turut mengagumi tempat ini. Anak-anak dapat bermain jungkat-jungkit, adapula ayunan, dll. Banyak sekali wisatawan yang juga melakukan piknik disini. Mereka menggelar tikar, menyantap bekal yang dibawa dari rumah seperti nasi, lauk, snack, buah daan lain sebagainya. Menikmati santapan makanan dibawah rimbunnya pohon pinus dengan menghirup udara yang sejuk, suasana pegunungan yang asri serta tawa naka-anak membuat kenangan indah tersendiri.

Namun jika tidak membawa bekal sendiri dari rumah, Anda tidak perlu khawatir. Ada banyak warung yang menjajakan makanan dan minuman dengan tempat yang nyaman dan bersih. Di warung-warung tersebut disediakan pula oleh-oleh khas Banyubiru yaitu keripik belut. Jadi, untuk keluarga yang tidak turut serta bisa dibelikan oleh-oleh khas daerah ini.

Terdapat wisata perahu untuk menyusuri rawa. Setiap perahu dapat menampung 6 penumpang selama 30 menit. Cukup membayar Rp.60.000 para pengunjung dapat menikmati wahana satu ini. Penumpang menggunakan pelampung yang telah disediakan dan duduk manis diperahu, sang nahkoda akan mengantar menyusuri rawa. Ada sensasi berbeda ketika menyusuri sungai dan menerobos rimbunan enceng gondok yang ada di rawa ini. Sang pengemudi perahu dengan sekuat tenagan lolos dari serangan enceng gondok sehingga beberapa penumpang merasa perahunya hendak terguling padahal tidak. Anda jangan kuatir karena para nahkoda sudah sangat lihai, terampil dan terlatih mengemudikan perahunya. Tidak perlu takut akan jatuh atau perahunya akan terbalik jika menghadapi situasi demikian.

Petunjuk Nama, Foto: hellosemarang.com

Ribuan bahkan mungkin ratusan ribu tanaman enceng gondok menyebar hampir semua permukaan rawa. Anda akan melihat pemandangan beberapa tonggak bambu ditengah atau pinggiran rawa dan gubuk-gubuk kecil tempat istirahat nelayan branjang.

Selain Bukit Cinta, di kawasan sekitar Rawa Pening juga terdapat destinasi wisata lainnya seperti wisata kuliner Terapung Rawa Pening di Kampoeng Rawa dan Taman Rekreasi New Rawa Permai. Para msyarakat sekitar Rawa Pening sangat menggantukan perekonomianya pada sektor perikanan. Para nelayan didaerah ini mencari ikan di danau Rawa Pening. Kemudian oleh pemerintah mereka diberdayakan utuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik dari sebelumnya. Salah satu diantaranya adalah dengan membangun tempat-tempat wisata di sekitar area Rawa Pening termasuk Wisata Kuliner Apung. Di tempat makan apung ini menawarkan aneka masakan berbahan ikan tawar yang merupakan hasil budidaya rawa ini. Sembari menikmati lezatnya olahan ikan di warung apung ini, pengunjung dapat menikmati keindahan alam eksotis khas dari Rawa Pening yang tidak dijumpai ditempat lain.

Kampung rawa ini dalam perkembangannya akan ada wahana-wahana menarik lainnya seperti bebek air, perahu motor, perahu karet, becak mini bendi, perahu kayu, hall terapung bahkan jetsky. Kampung rawa berlokasi di Jalan Lingkar Selatan Km 3, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Arena Bermain, Foto: my-shot-gallery.blogspot.com

Taman ini dulu memiliki nama ‘Rawa Permai’ namun sekarang diubah menjadi Taman Rekreasi New Rawa Permai. Lokasinya cukup strategis dikarenakan terletak di jalan antara Semarang-Solo lebih tepatnya berada di Tuntang, Kab. Semarang. Ada aneka macam wahana anak seperti bebek air, scooter elektrik, mandi bola, mobil-mobilan dan banyak lainnya.

Untuk Anda yang tinggal didaerah Semarang atau sekitarnya tidak perlu jauh-jauh ke Bogor untuk menikmati suasana puncak. Berkunjung ke Bukit Cinta Rawa, Rawa Pening, Ambarawa memiliki suasana yang cukup menarik layaknya berkunjung ke puncak Bogor. Bukit cinta ambarawa bayat rawa pening juga tak kalah indah dengan destinasi wisata lokal negeri ini seperti nganjuk, ubud, bromo, semarang dan wisata ke bojonegoro, gorontalo, serta labuan bajo. Beberapa spot yang ada disini juga menambah daya tarik tersendiri bagi para photographer yang hunting lokasi foto meskipun mereka sudah melanglang buana sampai ke pelosok negeri seperti batam, jogja, gunung gajah, banjarnegara, lembata, blora, bogor, watu prahu bayat klaten, bali, temanggung, flores, waduk jatibarang, loceret yogyakarta, purwokerto, kupang, trawas, hingga negeri atas angin, tulungagung, klaten, alas sekar, argo belah, aceh tenggara, bahkan para selebriti tanah air sering melakukan travelling ke tempat-tempat tersebut. Muncul juga pertanyaan mengenai ada dimana arafah, air molek, blitar baturaden, banyubiru, cawas, ciherang, claket, cineam, campuhan, cikarang, coban rais, ciwidey, dan malang berada di daerah mana. Jadi bagi warga Semarang dan sekitarnya datang ke Bukit Cinta Rawa Pening adalah solusi terbaik menghabiskan liburan atau sekedar refreshing.

Perahu di Bukit Cinta Rawa Pening Ambarawa Semarang, Foto: arinamabruroh.com

Tidak hanya pemandangan eksotis yang ditawarkan kawasan wisata Rawa Pening, masakan enak, area perbukitan yang dapat dijumpai dalam satu kawasan merupakan solusi hemat berwisata seperti kata pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.