10 Gambar Tugu Pancoran Jakarta + Sejarah Misteri Jaman Tempo Dulu

Chord sore tugu pancoran mp3 gitar lirik iwan fals sejarah gambar jakarta foto misteri tempo dulu download jaman cover selatan wikipedia busway kunci adalah acord album akustik menunjuk ke arah mana arti alamat not angka di bangun tahun berapa lagu berdirinya
Tugu Pancoran di Sore Hari. Foto: pulsk.com

Lokasi: Jl. Jend. Gatot Subroto, RT.1/RW.1, Menteng Dalam, Pancoran, Kota Jkt Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12780, Indonesia
Maps: Klik Disini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 24 Jam
Telepon: –

Jakarta sebagai ibukota Indonesia memiliki kisah dan juga peninggalan sejarah yang cukup banyak tersebar di sini. Mulai dari museum hingga tugu atau patung sebagai bukti sisa-sisa peninggalan sejarah pada masa kemerdekaan masih ada sampai sekarang. Salah satu bukti dari sisa-sisa tersebut adalah patung atau Tugu Pancoran yang berada di daerah Jakarta Selatan.

Tugu ini sangat terkenal di Jakarta. Bahkan sosok musisi ternama Indonesia yaitu Iwan Fals memasukkan nama tugu ini sebagai salah satu lagu miliknya yang ternama yaitu Sore Tugu Pancoran. Lagu yang termasuk ke dalam album yang berjudul sama ini dirilis tahun 1985 yang berbarengan dengan film yang dibintangi oleh musisi bernama Virgiawan Listanto ini.

Lagu Sore Tugu Pancoran termasuk salah satu lagu akustik yang cukup digandrungi oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dan juga Jakarta pada khususnya. Lagu yang bercerita tentang anak sekolah yang berjualan koran di sekitar Pancoran ini memang menggambarkan kerasnya hidup di Jakarta.

Tugu Pancoran Tempo Dulu. Foto: akumassa.com

Lagu ini sendiri selain berlirik sosial nan sederhana, chord atau acord, not angka dan balok serta kunci gitarnya pun juga sederhana. Hal ini menggambarkan kehidupan Jakarta yang memang cukup keras pada masa itu. Meski sudah berusia lebih dari 30 tahun, akan tetapi lagu ini tetap populer di kalangan masyarakat. Apalagi sekarang dunia online sudah semakin merebak. Sudah banyak mp3 yang bisa didownload dengan mudah. Ditambah lagi aplikasi musik online  yang bisa mendownload lagu dengan legal.

Hal ini membuktikan bahwa Pancoran memiliki kesan tersendiri di kalangan masyarakat Jakarta. Apalagi tugu ini memiliki kisah sejarah dan juga cerita yang cukup pilu serta menyisakan misteri yang sampai sekarang belum terungkap.

Tugu Pancoran Era Sekarang. Foto: panoramio.com

Sejarah Tugu Pancoran

Meski sangat terkenal, ternyata banyak masyarakat Jakarta yang tidak mengetahui nama asli dari Patung Pancoran ini. Patung tugu Pancoran ini memiliki nama yaitu Patung Dirgantara. Hanya segelintir masyarakat saja yang mengenal nama asli dari patung ini. Patung Dirgantara ini letak dan alamatnya berada di daerah Jalan Jenderal Gatot Subroto yang berseberangan langsung dengan Wisma Aldiron Dirgantara. Yang dahulu merupakan Markas Besar Angkatan Udara Republik Indonesia.

Patung ini dirancang oleh salah satu seniman ternama dari Yogyakarta, yaitu Edhi Sunarso. Seniman ini merupakan keluarga Arca Yogyakarta yang menjadi salah satu perkumpulan seniman di Yogya yang sangat terkenal. Dan Edhi Sunarso ini merupakan pimpinan dan pembina perkumpulan tersebut.

Ketika itu Presiden RI pertama yaitu Presiden Soekarno  yang memutuskan untuk membuat patung yang ditujukan guna mengenalkan dunia kepada sektor penerbangan Indonesia atau dirgantara. Presiden RI kala itu, Bung Karno ingin patung ini menunjukkan dan juga menggambarkan mengenai manusia angkasa. Tentu saja hal ini bisa menggambarkan semangat dan juga keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah dan juga berpetualang ke angkasa.

Proses pembuatan dan juga pemasangan Patung Dirgantara ini pada kala itu selalu dihadiri oleh Bung Karno. Tentu saja hal ini memang membuat para aparat negara harus bergegas dan juga rela direpotkan guna menjaga keamanan sang kepala negara yang datang untuk melihat proses tersebut.

Kawasan Pancoran di malam hari. Foto: rosodaras.com

Alat pemasangannya sendiri sangat sederhana dengan memakai derek tarikan tangan yang kala itu masih kerap digunakan. Patung DIrgantara ini memiliki berat sekitar 11 ton dan dibagi dalam bentuk potongan. Masing-masing potongan memiliki berat sekitar 1 ton. Dan pemasangan patung Dirgantara ini mengalami beberapa kendala. Meskipun akhirnya bisa selesai pada tahun 1966.

Patung Dirgantara ini selain dimaksudnya untuk mengenalkan dunia kedirgantaraan, ternyata memiliki fungsi sebagai pintu gerbang kawasan Jakarta Selatan. Apalagi letaknya dan juga lokasinya sangat strategis. Berdekatan dengan Lapangan Terbang Halim Perdanakusumah dan juga Markas Besar Angkatan Udara Republik Indonesia yang berada di Jl. Gatot Subroto.

Ternyata bentuk dan wajah dari patung Dirgantara ini terinspirasi dari kosmonaut Rusia pertama yang pergi ke luar angkasa, Yuri Gagarin. Bung Karno menyiratkan bahwa Patung Dirgantara ini ditujukan untuk menginspirasi generasi muda untuk berprestasi dan juga bisa memiliki kemampuan seperti Yuri Gagarin yang mampu menjadi pionir untuk terbang ke luar angkasa. Oleh sebab itu Bung Karno membuat patungnya di daerah Pancoran ini.

Bentuk Tugu Pancoran. Foto: panoramio.com

Data mengenai Patung Dirgantara

Ada beberapa data yang berhubungan erat dengan Patung Dirgantara atau Tugu Pancoran ini. Ternyata patung ini memiliki arti filosofis yang memberikan kesan keberanian dan juga kesatriaan yang berhubungan erat dengan dunia kedirgantaraan. Dan yang ingin ditekankan oleh Bung Karno di sini adalah siaft manusia yang jujur dan berani serta bersemangat untuk mengabdi kepada negara dan memberikan kemampuan terbaik untuk bangsa ingin ditampilkan di patung ini. Dan patung ini juga memberikan kesan kejantanan yang mampu memaksimalkan tenaga.

Patung Dirgantara ini terbuat dari bahan perunggu dengan berat total sekitar 11 ton. Dan tinggi dari patung ini mencapai sekitar 11 meter. Sementara tinggi untuk kaki patung atau voetstuk sendiri mencapai 27 meter. Meski Edhi Sunarso sebagai perancang, ternyata pembangunannya diserahkan kepada PN Hutama Karya yang menggandeng IR. Sutami bertugas sebagai arsitek.

Keluarga Arca Yogyakarta yang dipimpin oleh Edhi Sunarso ini menjadi perancang utama. Dan proses pengecorannya sendiri digelar di area Pengecoran Patung Perunggu Artistik Dekoratif Yogyakarta yang merupakan pimpinan I Gardono. Dan ternyata pembuatan patung ini membutuhkan waktu sekitar 1 tahun yaitu dari tahun 1964 – 1965. Terjadi masalah kelambatan dalam proses penyelesaiannya. Hal ini disebabkan dengan kondisi politik di Indonesia yang sedang kacau dengan adanya peristiwa kudeta Gerakan Tigapuluh September/ G30S/PKI yang terjadi di bulan September – Oktober 1965.

Tampilan Tugu Pancoran. Foto: panoramio.com

Meletusnya peristiwa G30S/ PKI ini ternyata patung Dirgantara belum rampung dipasang di area yang sudah ditetapkan. Belum terpasangnya patung ini ternyata memberikan dampak dengan isu yang beredar bahwa patung ini memiliki bentuk seperti pencungkil mata yang digunakan oleh PKI ketika melakukan aksinya. Pada saat itu ramai terdengar bahwa PKI menggunakan pencungkil mata para Jenderal.

Untuk mengusir desas-desus dan rumor tersebut, Bung Karno bersikeras untuk menyelesaikan proses pemasangan dan juga pembangunan patung tersebut. Hal ini juga berfungsi guna membuktikan bahwa isu ini sangat tidak mendasar. Apalagi pembangunan dan juga pembiayaan patung ini bukan dari duit negara. Melainkan dari uang pribadi dari Bung Karno yang didapatkan dari penjualan mobil pribadi dirinya tersebut.

Dengan pembiayaan dari kantong pribadinya, terdengar desas-desus yang semakin kencang. Salah satunya adalah cerita atau mitos dan misteri yang menceritakan bahwa ada pesan khusus tersendiri yang ingin disampaikan oleh Bung Karno. Patung Dirgantara memiliki bentuk dengan tangan menunjuk ke sebuah arah. Akan tetapi hingga sekarang masih teka-teki kemana arah yang dimaksud oleh patung tersebut.

Tugu Pancoran tahun 70-an. Foto: tribunnews.com

Cerita dibalik Patung Dirgantara

Tentang nama dari Patung Dirgantara ini seperti yang disebutkan adalah berasal dari ide Bung Karno. Patung yang terkenal dengan nama Patung Pancoran ini memang jarang diketahui banyak orang mengenai nama aslinya. Meski sekarang sudah banyak yang mengenal nama asli berkat info dr internet dan juga wikipedia, ternyata nama patung Pancoran masih dipilih oleh masyarakat sekitar.

Patung Pancoran yang menjadi salah satu jalur busway ini ingin mencerminkan kehebatan Indonesia di bidang kedirgantaraan. Kala itu Bung Karno berkeinginan untuk meniru Rusia yang berhasil mengirimkan salah satu kosmonautnya ke luar angkasa.

Ternyata Patung Pancoran atau Patung Dirgantara ini memiliki model tersendiri. Ternyata selain menjadi penggagas pembangunan dan pembuatan Patung Dirgantara, Bung Karno sendiri pula yang memberikan contoh dan menjadi model bagaimana bentuk dari patung ini. Dengan Bung Karno sebagai model, Edhi Sunarso membuat maket sebagai patokan guna mendesain patung tersebut.

Biaya pembuatan Pantung Pancoran memang membutuhkan dana yang besar. Apalagi tempo dulu Indonesia masih berjuang setelah merdeka. Ditambah situasi politik yang masih belum stabil. Guna mewujudkan impian guna membangun patung Dirgantara, Bung Karno akhirnya rela guna mengeluarkan biaya dengan cara menjual mobil pribadinya yang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

Bentuk Patung Dirgantara. Foto: panoramio.com

Dahulu mobil Presiden sangat bernilai dan memiliki harga jual yang sangat tinggi. Jika dibandingkan dengan zaman sekarang ini harga mobil Bung Karno setara dengan harga Lamborighini Gallardo Murciélago LP 670-4 SuperVeloce yang memiliki nilai mencapai 9 Milyar lebih. Hal ini dilakukan guna mewujudkan mimpinya.

Sebelum mengeluarkan dana sendiri, ternyata Edhi Sunarso lebih dahulu menanggung pembiayaan untuk mendesain patung. Bung Karno kala itu memberikan dana sebesar 1 juta rupiah. Nilai yang sangat besar pada masa itu. Dan Pemerintah membayar sebesar 5 juta rupiah dari total 11 juta rupiah yang direncanakan. Sayangnya pergantian pemerintah tidak serta merta membuat pembayaran lunas. Bahkan hingga sekarang. Total biaya pembuatan dari Patung Dirgantara atau Patung Pancoran ini menghabiskan dana sekitar 12 juta rupiah.

Proses pembuatan Patung Dirgantara atau Patung Pancoran ini seperti yang disebutkan di awal memang menjadi perhatian khusus oleh Bung Karno. Bahkan Presiden pertama Indonesia ini selalu hadir dan menyempatkan diri guna melihat proses pemasangan dari patung Dirgantara ini. Proses pembangunan yang dilakukan oleh PN Hutama Karya dengan didampingi Ir. Sutami memang menjadi perhatian dari Bung Karno itu sendiri.

Ada makna tersirat yang tertuang dalam patung Dirgantara itu sendiri. Bentuk dan juga sajian dari patung ini seperti seorang atlit sedang melepaskan cakram. Bentuk kaki yang melengkung juga menjadi salah satu ciri khas tersendiri. Sementara tangan kirinya berada di bagian belakang dan memiliki posisi seperti sedang memegang piringan.

Bentuk ini yang menjadi teka-teki. Meski disebutkan bahwa filosofinya adalah melambangkan keberanian dan juga kesatria serta kejujuran, ternyata masih banyak yang percaya bahwa ada makna tersendiri di balik bentuk dan juga tampilan dari patung Dirgantara. Apalagi yang berhubungan dengan Bung Karno.

Patung ini mengarah ke arah mata angin sebelah utara, dengan bentuk tangan menunjuk ke sebuah arah. Menurut filosofinya sendiri bentuk yang menunjuk ke utara ini memiliki makna bahwa masyarakat Indonesia harus tetap positif dan optimis untuk mengarah ke depan meski permasalahan terus menghantam negeri Khatulistiwa ini. Dan tentu saja di sektor dirgantara tetap harus berkembang dan maju pesat.

Patung Dirgantara Era Sekarang. Foto: panoramio.com

Mitos Patung Dirgantara

Patung Dirgantara ini memang tidak bisa lepas dari mitos dan cerita misteri. Bentuk dan arah yang menuju ke utara kabarnya dipercaya oleh sebagian masyarakat Jakarta dan Indonesia sebagai petunjuk mengenai letak dan posisi dari harta karun yang dimiliki oleh Bung Karno itu sendiri.

Patung Dirgantara di waktu senja. Foto: twitter.com

Sebagian masyarakat percaya bahwa Patung Dirgantara ini tidak mencerminkan dan melambangkan keperkasaan dunia dirgantara. Akan tetapi menjadi petunjuk mengenai lokasi dimana Bung Karno menyimpan harta karunnya yang sangat banyak dan bisa digunakan untuk membayar utang Indonesia.

Ada yang percaya bahwa lokasi harta karun ini berada di Taman Monumen Pahlawan Proklamasi Kemerdekaan Soekarno-Hatta dan juga Kawasan Monas. Ada pula yang menyebutkan di Istana Negara, Lapangan Banteng serta Mesjid Istiqlal dan juga Graha Angkasa Pura. Sementara ada yang percaya di tenggelamkan di bagian utara pantai Ancol. Hal ini disebabkan tangan kanan dari patung Dirgantara ini menunjuk ke area-area tersebut. Meski begitu masih menjadi mitos dan misteri yang belum terpecahkan.