10 Gambar Isi Museum Konferensi Asia Afrika, Sejarah, Koleksi + Jam Buka

Museum konferensi asia afrika kota bandung jawa barat indonesia braga quotes quote tentang wiki wikipedia website waktu kunjungan wumi wudhu wudu wonosobo word wong embrio lahirnya gerakan non blok eksistensi efek event relawan rrc resmi dibuka oleh rangkuman rapat rangkaian acara kegiatan resume rencana rumusan rute ruang rundown ringkasan riwayat ridwan kamil materi romania rosaria tiket tahun menghasilkan makalah penjelasan karya tulis tujuan didirikan pendirian didirikannya harga masuk tokoh tokoh2 topik pendiri fasilitas yang ada youtube asal usul isi jam operasional pengertian perkembangan perpustakaan pada masa kabinet tanggal palestina daftar pustaka piagam pidato pimpinan soekarno powerpoint politik positif bagi letak laporan lokasi konfrensi latar belakang alamat lengkap geografis lucu luar negeri libur live lintas liputan koleksi kaa kapan contoh kesimpulan jadwal kisah kim jong un jl jenis juga jurnal jumlah peserta jual kaos jilid 2 jokowi saat hubungan internasional hut humas history hikmah historical walk hizbut tahrir hotel hospitality committee gambar gedung dahulu adalah sebuah bernama guru sejarah gitar giant gong fungsi festival film foto pelopor
Museum Konferensi Asia Afrika atau KAA di Bandung selain menjadi museum bersejarah juga dibuka untuk umum sebagai tempat wisata (foto: telusurindonesia.com)

Lokasi: Jalan Asia Afrika No. 65, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40111, Indonesia
Koordinat:
Klik Di Sini
Tarif:
Gratis
Jam Operasional:
Selasa – Minggu pukul 09.00 – 16.00 WIB
Nomor Telepon:
022 4233564

Di Indonesia memiliki satu tempat yang menjadi salah satu kebanggaan warganya tentang sejarahnya. Seolah menjadi saksi hidup dalam dunia politik Internasional pada zaman dulu tempat ini bernama Museum Konferensi Asia Afrika. Museum ini berada di Kora Bandung sebagai ibu kota provinsi Jabar dan tentu saja menjadi inspirasi bagi bangsa Asia Afrika saat itu. Ya, Museum Konferensi Asia Afrika hingga kini dibuka untuk umum.

Pameran fotokegiatan Konferensi di salah satu lorong jalan di museum. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh negara-negara di Asia ini. (foto: indonesiakaya.com)

Sempatkan kamu dan keluarga untuk berkunjung ke Museum Konferensi Asia Afrika. Selain bisa berwisata tentu saja sambil mengetahui tentang sejarah politik Asia Afrika saat itu. Tempatnya cukup seru dan unik berbeda dengan museum pada umumnya.

Sejarah Museum Konferensi Asia Afrika

Papan nama Museum Konferensi Asia Afrika ini berada di pinggir jalan yang banyak dilihat oleh pengendara jalan (foto: disparbud.jabarprov.go.id)

Pada tanggal 18 hingga 24 April di tahun 1955 silam kota Bandung pernah mengadakan sebuah hajatan besar yang bertaraf Internasional dan mempertemukan semua pemimpin negara di Benua Asia Afrika. Konferensi ini tentu saja dengan tujuan mempersatukan dan membangun kerja sama antar bangsa se Asia Afrika. Selain itu membantu terciptanya perdamaian dunia. Salah satunya menghasilkan Dasa Sila Bandung yang sangat fenomenal.

Bendera-bendera dari negara peserta yang mengikuti Konfersendi Asia Afrika (foto: asudomo.wordpress.com)

Prestasi yang sangat mengagumkan dari Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 tersebut menentukan sejarah perjalanan dunia pada saat itu. Maka dari itu hingga membangun museum ini dengan tujuan ingin mengabadikan kesuksesannya. Museum Konferensi Asia Afrika ini digagas oleh Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmaa di gedung yang diberi nama Gedung Merdeka.

Ruangan yang cukup besar yang selalu digunakan saat acara konferensi (foto: tripadvisor.com)

Peresmian Museum Konferensi Asia Afrika diresmikan pertama kali oleh Presiden Indonesia saat itu yaitu Soeharto tanggal 24 April 1980. Sekaligus setiap tanggal itu warga Bandung merayakan sebagai hari peringatan Museum Konferensi Asia Afrika. Arsitek dari gedung ini adalah warga asal Belanda yaitu C.O Wolf Shoomaker serta Van Galenlast. Arsitek tersebut merupakan salah satu guru besar di salah satu Sekolah Teknik yang cukup terkenal yaitu ITB.

Beberapa patung yang dipamerkan di Museum Konferensi Asia Afrika dan menyerupai tokok-tokoh penting dan bersejarah saat berlangsung konferensi (foto: ganlob.com)

Konsep dari bangunan gedung Museum Konferensi Asia Afrika sendiri Art Deco yaitu memiliki bahan dasar untuk lantainya dari marmer dan langsung dipesan dari Italia. Marmer tersebut sangat mengkilap dan sangat cocok dipasang di gedung ini. Jika kamu kesana akan merasakan keindahannya. Sedangka ruangannya memiliki bahan dasar kayu yang cukup terkenal yaitu dari Cikenhout. Dan yang terakhir lampu-lampu yang ada sangat gemerlap karena menggunakan lampu berbahan kristal bias.

Rute dan Jalan Menuju Museum Konferensi Asia Afrika

Tiang-tiang bendera yang selalu berdiri tegak di pinggir gedung (foto: tripadvisor.com)

Ada beberapa rute yang bisa kamu lalui saat kamu menuju Museum Konferensi Asia Afrika ini salah satunya dengan berangkat dari terminal Bus Cicaheum. Setelah dari terminal Bus kamu lanjutan dengan naik bus kota dengan jurusan Leuwi Panjang. Untuk jurusan-jurusan tertentu kamu bisa bertanya pada petugas yang ada agar tidak tersesat.

Berfoto di depan nama Museum Konferensi Asia Afrika menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan oleh pengunjung (foto: stat.ks.kidsklik.com)

Kemudian kamu harus turun di Halte Bus Asia Afrika dan melanjutkan jalan kaki yang tidak terlalu jauh hanya sekitar 100 meter ke arah barat menuju Alun-alun Kota Bandung. Atau kamu bisa berjalan kaki menuju arah Jalan Braga ke arah timur sekitar berjarak 100 meter.

Di salah satu sudut ruang lainnya yang ada di museum ini banyak sekali foto-foto yang menggambarkan kegiatan konferensi (foto: youtube.com)

Selain dari terminal bus, kamu juga bisa berangkat dari Stasiun Kereta Api Kebon Lawung Bandung. Tentu saja jika kamu dari luar kota dan naik kereta pasti akan turun di sini. Setelah dari stasiun kamu lanjutkan dengan angkutan kota jurusan St Hall-Gedebage. Setelah itu kamu harus turun di perempatan Jalan Braga – Naripan. Setelah itu kamu harus melanjutkan jalan kaki menuju arah selatan yang kurang lebih 100 meter ke arah Braga.

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk ke Museum Konferensi Asia Afrika

Peringatan setiap tahun yang selalu dilakukan di Museum Konferensi Asia Afrika (foto: sebandung.com)

Untuk jam buka di Museum Konferensi Asia Afrika sendiri dibuka pada hari Senin hingga Jumat pada pukul 9 pagi hingga 4 sore. Dan di tengah hari sekitar 12 hingga 1 siang ditutup untuk istirahat. Sedangkan bagi para pengunjung yang memiliki berkebutuhan khusus harus berjumlah minimal 25 orang dan melakukan pemesanan sebelumnya jika ingin mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika.

Berfoto di dalam gedung Merdeka Museum KAA (foto: infobdg.com)

Sedangkan untuk tiket masuk menuju Museum Konferensi Asia Afrika kamu tidak perlu membayar alias gratis. Kamu dibebaskan untuk masuk dengan jumlah pengunjung asalkan bisa tertib dan menjaga kebersihan Museum Konferensi Asia Afrika. Terkecuali bagi kamu yang ingin melakukan sesuatu di Museum Konferensi Asia Afrika secara komersial maka ada biaya yang perlu bayar dan melakukan pemesanan terlebih dahulu.