10 Foto Isi Museum Ullen Sentalu Jogja, Harga Tiket Masuk, Sejarah + Alamat Kaliurang

Yogyakarta isi museum ullen sentalu jogja sejarah alamat batik kaliurang harga tiket masuk jadwal buka jam entrance fee lokasi
Museum Ullen Sentalu, Foto: tourwisatajogja.com

Lokasi: Jalan Boyong, Hargobinangun, Kaliurang Barat, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582
Map: Klik Disini
HTM: Rp. 30.000 Dewasa dan Rp. 15.000 Anak-anak
Buka/Tutup: 08.30-16.00 WIB Weekday, 08.30-17.00 WIB Weekend, Senin Libur
Telepon: +62-274-895-161

Indonesia merupakan negeri yang kaya akan sejarah, kesenian dan juga suku & kebudayaannya. Bagaimana tidak, negeri yang kita cintai ini di perjuangkan dengan penuh pengorbanan dari para pahlawan demi sebuah Negara yang satu, Republik Indonesia. Mulai dari ujung sumatera hingga di tanah papua, beragam suku, budaya & bahasa tersebar dari pulau ke pulau. Baik itu peninggalan jaman kerajaan terdahulu dengan prasasti & bangunan-bangunannya, peninggalan suku-suku yang ada di tiap daerah, hingga peninggalan para pahlawan ketika berjuang melawan pendudukan belanda & jepang di Indonesia

Museum Ullen Sentalu Jogja, Foto: njogja.co.id

Seperti yang dikatakan oleh bapak proklamator sekaligus Presiden pertama kita yakni Ir.Soekarno, yakni JAS MERAH alias JAngan Sekali-kali MElupakan sejaRAH. Tentunya tak lucu bila kita sebagai bangsa sendiri, di kemudian hari buta akan sejarah negaranya. Salah satu cara melestarikan kebudayaan yang ada, yakni dengan pembangunan museum yang mampu menyimpan peninggalan baik itu Tangible maupun Intangible. Peninggalan Tangible, dapat dikategorikan sebagai peninggalan dari zaman pra-sejarah maupun sejarah yang berwujud budaya benda dengan contoh Lumpang batu, situs-situs megalitik, arca, mata uang kuno & tempat ibadah. Sementara peninggalan Intangible, biasanya berupa kemahiran, tradisi maupun folklore. Peninggalan Intangible ini biasanya berwujud seperti Batik, yang membutuhkan anglo, canting & sebagainya sebagai penunjang proses pembuatannya.

Salah satu daerah di Indonesia yang hingga kini masih terasa kental & lekat dengan peninggalan kebudayaannya, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan ibukota dari Jawa tengah. Di kota jogja ini terdapat beberapa museum seperti museum sonobudoyo, museum sasmitaloka, museum ullen sentalu & masih banyak lagi museum lainnya yang tidak dapat saya tulis satu persatu. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai museum ullen sentalu yang seringkali dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah bahkan hingga wisatawan mancanegara.

Yogyakarta Ullen Sentalu Museum, Foto: topindonesiaholidays.com

Nama dari museum yang satu ini sendiri, sebenarnya merupakan sebuah singkatan dari sebuah kata yang memiliki arti Nyala dari lampu blencong (lampu yang digunakan untuk pagelaran wayang kulit) adalah petunjuk bagi manusia dalam melangkah & meniti kehidupan. Dalam bahasa jawanya sendiri, ullen sentalu berarti (UL)ating b(LEN)cong (SE)jati(N)e (TA)taraning (LU)maku.

Bila ditilik dari sejarah, museum ini didirikan atas dasar keprihatinan, rasa ingin melestarikan suatu kebudayaan serta kebanggaan dari perkembangan dari peradaban terdahulu guna mempertahankan identitas & martabat dari bangsa ini. Seperti yang kita ketahui, di pulau jawa sendiri terdapat banyak kerajaan-kerajaan pada masanya. Seperti Mataram Kuno, Kediri, Medang, Singasari, Demak, Majapahit, Pajang beserta 4 cabangnya yakni, Yogyakarta, Surakarta, Mangkunegaran, hingga Pakualaman yang secara keseluruhan telah membentuk budaya jawa dalam kurun waktu 2000 tahun ini.

Salah Satu Museum Terbaik di Indonesia, Foto: sewamobiljogja.my.id

Dari peradaban yang panjang tersebut, tentunya kita dapat melihat beberapa peninggalan yang ada seperti beberapa kitab kuno seperti Bharatayudha, Negarakertagama, Babad Tanah Jawi, Pararaton, Serat Centhini, Serat Wedhatama, hingga Serat Kalathida yang bila ditilik kandungannya memiliki isi mengenai ketatanegaraan, sejarah, epos, petuah serta mitologi. Peninggalan yang ada pun tak melulu berupa tangible, namun juga intangible yang lebih cenderung ke praktik, keterampilan & pengetahuan yang rentan untuk musnah ditelan perkembangan globalisasi. Oleh karena itu mulai dari 1994, museum ini mulai dirintis keberadaannya di lereng gunung merapi & berada satu komplek dengan Taman Kaswargan serta Wisma Kaliuran & Pesanggrahan Ngeksigondo yang merupakan historical district.

Museum ini beralamat di Kaliurang barat kab. Sleman, dengan lokasi yang unik yang lain dari museum yang lain yakni berada di lereng gunung merapi. Para pengunjung dapat berwisata di tempat ini, baik secara mandiri maupun menggunakan fasilitas Tour guide. Untuk harga tiket masuknya sendiri hanya 30 ribu rupiah saja untuk dewasa, sementara untuk anak-anak cukup 15 ribu rupiah. Sementara untuk entrance fee bagi wisatawan mancanegara, yakni sebesar 50 ribu rupiah untuk dewasa & 30 ribu rupiah untuk anak-anak. Museum ini buka mulai dari jam 08.30 pagi hingga 16.00 sore untuk weekday (selasa-jumat), sementara untuk weekend (sabtu-minggu) berbeda di jam tutup yang lebih lama 1 jam yakni pada pukul 17.00 dengan jadwal tutup di hari senin.

Melihat Uniknya Museum Ullen Sentalu, Foto: panduanwisatajogja.com

Museum ullen sentalu ini memiliki banyak koleksi yang kental dengan dan budaya tanah Jawa, ditambah dengan keunikan museum yang dibangun di atas lereng merapi yang membuatnya berbeda dengan museum-museum lainnya yang biasanya ada di tengah perkotaan ataupun di bangun di atas tempat peninggalan bersejarah, seperti museum-museum lainnya. Bentuk bangunannya pun akan membuat anda berdecak kagum karena keunikannya, dibangun dengan memadukan arsitektur Eropa ala-ala gothic & koleksi peninggalan Kerajaan Mataram yang kental dengan nuansa tanah Jawa. Koleksi dari  Museum Ullen Sentalu terbagi pada beberapa ruangan yang dapat anda nikmati, di antaranya :

  • Ruang Selamat Datang

Ruang ini, bisa dikatakan sebagai ruang tamu / ruang pertama yang akan menyambut para pengunjung yang datang. Di ruangan ini, setiap pengunjung dapat melihat beberapa banner yang berisikan mengenai latar belakang & sejarah berdirinya Museum Ullen Sentalu ini. Ditempat ini juga berdiri arca yang telah popular di kalangan wisatawan, yakni arca dari Dewi yang di percaya sebagai Dewi kesuburan tanah jawa yakni Dewi sri.

Lobby Museum, Foto: panduanwisatajogja.com
  • Ruang Seni Tari & Gamelan

Berlanjut keruang selanjutnya, anda akan menemukan ruang yang berisikan lukisan-lukisan tarian jawa & juga beberapa benda yang dihibahkan dari Kraton Yogyakarta. Beberapa di antaranya seperti Gamelan yang dihibahkan oleh pangeran dari Kasultanan Yogyakarta yang kala itu menjadi pengiring pementasan wayang orang & pagelaran seni tari di Kraton.

  • Guwa Sela Giri

Ruangan yang berada di bawah tanah ini, juga menjadi salah satu primadona yang menarik wisatawan untuk berkunjung kesini. Ruangan yang sejatinya di bangun dengan penyesuaian dari kontur tanah di sekitarnya ini, memiliki style bangunan gothic eropa yang di selaraskan dengan arsitektur dari Guwa Sela Giri & juga Sumur Gumuling Taman Sari berbahan material dari kawasan gunung merapi. Isi dari Guwa Sela Giri ini sendiri berisikan fine arts dari karya lukis dokumentasi beberapa tokoh sebagai perwakilan figur yang ada pada 4 kraton dari zaman dinasti Mataram. Hal ini tentunya menjadikan penyampaian dari peninggalan Intangible menjadi lebih luwes & bebas, apalagi dengan dukungan data sejarah & seni budayanya.

Suasananya Asri, Foto: topindonesiaholidays.com
  • Kampung Kambang

Ruangan yang terinspirasi dari Bale Kambang & labirin ini, memiliki beberapa ruangan yang berdiri di atas sebuah kolam air. Kampung Kambang terbagi menjadi lima ruangan yang ada di tempat ini yang di pergunakan sebagai pameran, seperti :

  • Bilik Syair Tineke

Di tempat ini, anda akan menemukan beberapa syair dari Putri Sunan Pakubuwana XI Surakarta yakni GRAj Koes Sapariyam atau yang akrab disapa dengan Tineke. Penemuan ini tentunya berhasil mengungkap tingkat intelektual dalam hal seni sastra dari para putri kraton. Syair ini, pertama kali diketemukan disebuah ruangan, di Kaputren Kasunanan Surakarta dalam sebuah buku kecil dengan tahun penulisan 1939 hingga 1947. Syair ini ditulis oleh beberapa kerabat & temannya sebagai puisi kenangan.

Dekorasinya Antik, Foto: klikhotel.com
  • Royal Room Ratu Mas

Untuk ruang yang satu ini, anda akan menjumpai beberapa hal yang berkaitan dengan Ratu Mas yang merupakan permaisuri dari Sunan Pakubuwana X. Beberapa yang di pamerkan di antaranya, foto Ratu Mas bersama Sunan & Putrinya, pernak-pernik seperti dodot pengantin, dodot putri, kain batik, topi, aksesoris, hingga lukisan dari Ratu Mas sendiri.

  • Ruang Batik Vorstendlanden (Surakarta & Yogyakarta)

Ruang yang satu ini, merupakan galeri dari koleksi batik milik Sultan Hamengkubuwono & Sunan Pakubuwana, mulai dari zaman Sultan HB ke VII hingga Sultan HB ke VIII & juga Sunan PB ke X hingga Sunan PB ke XII. Hanya dengan melihat koleksi tersebut, kita akan  diajak untuk memaknai bagaimana corak dari batik tak hanya sebatas seni & budaya namun juga memiliki nilai filosofi yang mendalam.

Suasana di Luar Museum, Foto: tripadvisor.com
  • Ruang Batik Pesisiran

Tak hanya Batik dari daerah Vorstendlanden (Kerajaan), museum ullen sentalu ini juga memiliki ruang khusus bagi Batik Pesisiran. Di ruangan ini, berisi beberapa batik pekalongan & juga dasar-dasar dari Batik seperti jenis kain, alat yang digunakan, hingga jenis pewarna. Di tengah-tengah ruangan ini, berdiri patung penari sintren lengkap dengan kostumnya. Selain Ruang Vorstendlanden & Pesisiran, di museum ini juga terdapat Ruang Nusantara yang berisi batik-batik dari berbagai daerah di Indonesia serta Ruang Pedalaman yang berisi batik bernada monokromik dengan ciri khasnya yang berkharisma.

Di Dalam Museum, Foto: dejogjaku.blogspot.com
  • Ruang Putri Dambaan

Selain batik di museum ini juga terdapat Ruang yang memuat biografi semasa hidup dari GRAy Siti Nurul Kusumawardhani, yang merupakan putri dari Mangkunegara ke VII & Permaisuri GKR Timur. Para pengunjung dapat mempelajari secara detail bagaimana kehidupan & juga budaya dari Putri Kraton. Di ruangan ini terdapat foto-foto mulai dari tahun 1921 hingga 1951 mulai dari masih anak-anak hingga sudah ke jenjang pernikahan. Ruangan ini sendiri di resmikan secara langsung oleh tokohnya pada tahun 2002, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke 81.

  • Koridor Retja Landa

Selain batik, syair & biografi hidup, di museum ullen sentalu ini juga tersedia ruang untuk memamerkan koleksi dari arca dewa & dewi hindu serta dari agama Buddha yang berasal dari abad 8 masehi. Bentuk dari Koridor Retja Landa sendiri, berbeda dengan ruangan lainnya yang tertutup karena disini anda dapat menikmati koleksi yang ada secara outdoor alias di luar ruangan.

  • Sasana Sekar Bawana

Terakhir ialah ruangan Sasana Sekar Bawana, yang merupakan rumah bagi koleksi-koleksi lukisan para raja Mataram, kemudian lukisan tarian sakral Bedhaya Ketawang, hingga lukisan & beberapa patung dari gaya tata rias pengantin asli Yogyakarta. Ditempat ini anda juga dapat menikmati suguhan berupa minuman Ratu Mas, yang merupakan campuran dari bahan-bahan herbal yang konon katanya dapat memberi kesehatan bagi tubuh & juga membuat awet muda.

Museum ini juga memiliki fasilitas lainnya seperti Taman, Toko souvenir & juga Restauran bagi anda yang kelaparan saat berkunjung ke tempat ini. Bagaimana? Tertarik untuk mengunjungi tempat yang satu ini? Yuk visit Jogja!.