by

Bupati Trenggalek Tegaskan “Jurug Gue” bukan Kawasan Wisata

 

Trenggalek – Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa wahana alam air terjun Jurug Gue yang berlokasi di Desa Mlinjon, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, tidak pernah dibuka sebagai kawasan wisata.

Penegasan itu disampaikan Emil, Jumat, menanggapi insiden tewasnya bapak dan dua anaknya di Jurug Gue untuk menikmati liburan awal tahun pada Selasa (1/1).

“Lokasi kejadian itu tidak pernah dibuka untuk objek wisata dan bukan merupakan wilayah destinasi wisata di Kabupaten Trenggalek,” kata Emil dalam pernyataannya.

Ia secara khusus menyatakan prihatin atas insiden tenggelamnya enam orang yang masih satu keluarga, hingga menewaskan tiga di antaranya di lokasi kejadian.

Menurut Emil, telaga Jurug Gue meskipun bagus, tidak seharusnya dijadikan kawasan wisata karena memang belum dilengkapi kelengkapan keamanan laiknya objek wisata pada umumnya.

“Kami mengimbau seluruh warga untuk berhati-hati. Bijaklah memilih sarana untuk berekreasi, utamanya untuk menghindari tempat-tempat yang berbahaya, sehingga kejadian serupa tidak terulang ke depannya,” katanya.

Emil mengatakan, saat ini banyak sarana rekreasi yang tengah dikembangkan Pemkab Trenggalek, seperti Trenggalek Agropark, hutan kota, green park dan masih banyak yang lainnya yang bisa dijadikan tujuan berlibur yang aman bersama keluarga.

Hal senada disampaikan Administratur KSKPH Perhutani wilayah Kediri Selatan Andi Iswindarto yang menyatakan kawasan Jurug Gue yang masuk dalam kawasan hutan petak 98e, wilayah RPH/ BKPH Karangan, bukan wahana wisata alam yang dibuka untuk umum.

Ia menegaskan, Jurug Gue yang sebagian besar wilayahnya berupa sungai, hingga saat ini statusnya masih kelas hutan kawasan perlindungan setempat (KPS), yang merupakan kawasan hutan lindung.

“Untuk perlakuannya sama seperti hutan lindung lainnya dan selain di tempat itu (Jurug Gue) penetapan KPS juga dilakukan di wilayah hutan kami lainnya berupa sungai,” katanya.

Andi melanjutkan, dengan demikian kawasan tersebut belum dibuka sebagai wana wisata dan bukan tempat wisata. Oleh karenanya, di tempat tersebut belum ada sarana penunjang seperti tempat wisata pada umumnya, seperti sarana keamanan, pengelolaan dan sebagainya.

Kendati demikian, kawasan tersebut sering didatangi masyarakat setempat untuk berbagai kegiatan, seperti memancing atau menikmati keindahan alammnya.

“Jadi, mereka (masyarakat) datang ke Jurug Gue sama seperti datang ke wilayah sungai pada umumnya. Kendati menganggap berwisata, sebab kami memiliki kriteria khusus untuk menetapkan suatu wilayah menjadi wanawisata,” katanya.

Andi menuturkan, sebenarnya beberapa tahun lalu pihak Perhutani sempat memiliki rencana untuk mengubah status tempat tersebut sebagai wanawisata.

Namun, hal tersebut diurungkan karena berbagai pertimbangan, yang diantaranya bebatuan licin yang bisa membahayakan pengunjung, keberadaan air yang tidak bisa ada seterusnya dan sebagainya. (ant)

Comment

News Feed