by

Semarak Festival Budaya Upacara Adat Baritan Kebonagung

Suasana kemeriahan upacara adat baritan.

Pacitan – Masyarakat Dusun Wati, Desa Gawang Kecamatan Kebonagung kembali menggelar salah satu tradisi festival adat budaya baritan.
Ketua Paguyuban Baritan, Bari, seperti dikutip dari laman Pemkab Pacitan dan pacitanku Senin (8/10/2018) menuturkan awal mula digelarnya tradisi ini adalah saat itu masyarakat Dusun Wati, Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, terkena wabah penyakit berkepanjangan (pageblug).
Berbagai upaya untuk mencari kesembuhan tidak membuahkan hasil. Sehingga banyak warga masyarakat meninggal karena penyakit misterius.
Sampailah Ki Ageng Sureng Pati memerintahkan sedekah bumi berupa menyembelih kambing kendit, jenis kambing yang memiliki lingkar warna putih pada bagian punggung sampai perut dan sepasang ayam tulak hitam, ayam hitam yang mempunyai bercak putih. “Bersyukur pada Alloh, usai melakukan sedekah warga kembali sehat,”kata dia.
Kini warga masyarakat di Dusun tersebut sedang tidak mengalami pageblug seperti pada cerita ber abad-abad lalu. Namun warga masih tetap melaksanakan sedekah bumi yang diberi nama Baritan atau Wiridan.
“Sebagai upaya untuk mendekatkan diri pada Allh memohon perlindungan agar terhindar dari segala mara bahaya. Selain itu upacara adat Baritan juga sebagai upaya menjaga budaya dan sejarah yang telah dilaksanakan turun temurun,”ujarnya.
Upacara ini mengalami berbagai penambahan dan tidak sekedar memohon keselamatan, namun kini telah menjelma menjadi sebuah warisan kebudayaan yang tidak hanya dimiliki warga setempat, namun warga di Kabupaten Pacitan.
Dalam pelaksanaanya selain kirim do’a pada Ki Ageng Soreng Pati lakon babad pada tanah gawang sebagai penghormatan, juga dilaksanakan do’a-do’a, bersholawat hingga kenduri dan menampilkan berbagai macam tari-tarian serta atraksi.
“Kita melibatkan seluruh masyarakat, dari anak hingga orang tua. Tujuanya agar kegiatan do’a dan kebudayaan ini tetap lestari,” tambah Bari. (pac)

Comment

News Feed