by

Mengenal Lebih Dekat Batik Teyeng Surabaya

-berita, Hotel-458 views
Firman Asyhari, Founder Batik Teyeng Surabaya.

Surabaya – Sejak 2 Oktober 2009, UNESCO telah menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Oleh karena itu, setiap tanggal 2 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Untuk memeriahkan Hari Batik Nasional, Ayola La Lisa Surabaya mengajak masyarakat luas untuk lebih mengenal Batik Teyeng Surabaya. Bertempat di Oasis Coffee Corner Ayola La Lisa Surabaya berbagai rangkaian acara telah dilaksanakan, seperti talkshow, workshop Batik Teyeng dan fashion show busana batik hasil rancangan dari designer Surabaya.

Batik Teyeng Surabaya tercipta dari inovasi Firman Asyhari sejak tahun 2013. Terinspirasi dari bekas noda karat pada kawat jemuran yang menempel pada pakaian dan cukup sulit hilang, batik teyeng mampu bersaing dengan produk batik lainnya.

“Dalam proses pembuatan motif teyeng pada kain membutuhkan waktu dua hari, proses pembuatan batik teyeng menggunakan besi teyeng yang selalu basah atau diganti dengan butiran besi limbah bubut,” ujar Firman Asyhari, founder Batik Teyeng Surabaya, akhir pekan kemarin.

Karena keunikan dalam teknik pembuatan yang menghasilkan suatu produk dengan kualitas nilai jual tinggi.

“Agar masyarakat luas lebih mengenal jenis batik yang tidak hanya batik tulis, batik cap, atau batik printing, tetapi ada juga yang namannya Batik Teyeng dari Surabaya. Sebenarnya produk-produk dari UMKM kualitasnya juga tidak kalah dibandingkan dengan produk dari gerai batik yang sudah terkenal. Maka dalam kesempatan ini kami menggandeng UMKM dan berharap agar produk-produk yang mereka hasilkan bisa lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas,” jelas Weni Kristanti selaku General Manager Ayola La Lisa Surabaya.

Batik memang banyak dilirik oleh berbagai pihak untuk dimanfaatkan sebagai peluang usaha yang cukup menjanjikan. Karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa sekarang ini banyak sekali jenis motif batik yang berbeda-beda dari setiap daerahnya. Contohnya seperti motif batik Tujuh Rupa yang berasal dari Pekalongan, motif batik Gentongan yang berasal dari Madura, batik Sogan yang merupakan ciri khas batik Solo, dan masih banyak lagi ragam macamnya seperti yang dilansir dari website goodnewsfromindonesia.id

Antusiasme Ayola La Lisa Surabaya dan UMKM Surabaya dalam mengadakan kegiatan ini berharap semakin banyak generasi muda yang lebih peduli terhadap budaya bangsa dan turut serta melestarikannya. (rur)

Comment

News Feed