by

Keindahan di Balik Angkernya Alas Purwo

Burung Merak di Savana Sadengan. (Ist)

Banyuwangi – Alas Purwo terletak di Banyuwangi, wilayah paling timur pulau Jawa. Alas Purwo dikenal dengan keangkeran dan kemistisannya, membuat orang tidak berani berkunjung kesana, itulah yang membuat alas ini masih perawan. Sehingga pantai, hutan, dan hewannya masih asli seperti dahulu kala. Jalan menuju kesana pun tidak sebagus jalan menuju pulau Merah. Hal ini sengaja di biarkan rusak agar tidak ada yang melakukan perburuan hewan ataupun penebangan hutan secara liar. Namun terdapat keindahan dibalik keangkeran alas Purwo yang benar-benar masih alami.

Berikut keindahan di balik keangkeran Alas Purwo:

1. G-Land atau Plengkung Beach

Pantai yang satu ini sangatlah terkenal di dunia karena pantai ini adalah “The Giant 7 Wave Wonder”. Salah satu ombak terbesar di dunia setelah Miami. Julukan itu diberikan oleh peselancar asing. Kebanyakan turis atau peselancar asing pergi ke tempat ini menyewa boat dari Bali, akan tetapi lewat jalur darat juga bisa. Dari pos Pancur pengunjung harus menyewa jeep yang telah disediakan oleh pengelola karena jalan ke Plengkung masih alami jadi kendaraan tidak diizinkan masuk.

Harga menyewa mobil jeepnya sekitar 500.000 rupiah. Selain naik mobil jeep yang disewakan, pengunjung diperbolehkan jalan kaki ataupun naik sepeda gayung. Tapi hal ini sangat tidak dianjurkan karena jaraknya sekitar 9 km. Selain pantai Plengkung, masih banyak pantai yang indah di Alas Purwo Banyuwangi ini. Pantai Plengkung ini mewakili keindahan disekitar alas Purwo yang masih alami.

2. Wisata Religi: Pura Giri Saloka

Pura ini diyakini sebagai peninggalan Majapahit. Adanya penyerangan besar besaran dari kerajaan Mataram membuat kerajaan Majapahit hancur. Sehingga disinilah kerajaan Majapahit membangun benteng terakhir hingga akhirnya hijrah ke pulau Bali. Katanya pura kuno ini sudah ada sejak abad ke 14. Selain untuk ibadah pura ini dijadikan gerbang untuk memasuki wilayah sakral di Alas Purwo.

3. Padang rumput dengan berbagai fauna ada di Sadengan.

Di tempat ini pula pertahanan terakhir hewan asli Asia Tenggara, Banteng Jawa. Flora dan fauna di Alas Purwo dilindungi pemerintah karena tempat ini dijadikan sebagai “Taman Nasioanal Alas Purwo” yang dijaga dan dilindungi kelestariannya.

Waktu yang tepat untuk melihat fauna-fauna di tempat ini adalah pagi hari dan sore hari. Fauna yang sering muncul adalah Merak dan Banteng. Anda bisa melihat dengan jelas banteng-banteng ini.

Hidup komunitas banteng Jawa ini secara bergerombol sehingga mudah ditemukan. Untuk membedakan mana jantan dan betinanya cukup mudah kok, yaitu dengan hanya melihat warnanya. Jika warnanya hitam maka banteng itu jantan dan jika coklat maka betina. Adanya feeding ground memberikan manfaat yang banyak bagi fauna di Sadengan ini. para fauna tidak usah mencari jauh-jauh untuk mencari makanan. Selain feeding ground disini juga disediakan sumber air buatan yang membuat hewan hewan hidup semakin sejahtera.

4. Bedul Mangrove

Berdekatan dengan Samudra Hindia membuat Banyuwangi selalu berhati-hati dengan bencana tsunami. Untuk mengantisipasi bencana tersebut, Banyuwangi mempunyai banyak hutan mangrove. Salah satunya di Alas Purwo . Bedul Mangrove mempunyai luas 1200 hektar. 800 hektarnya masuk kawasan Taman Nasional Alas Purwo.

Banyak peneliti yang meneliti mangrove disini. Menurutnya mangrove disini mempunyai keunikan tersendiri dan menjadi mangrove yang utuh di pulau Jawa. Tercatat jenis mangrove disini terdapat 27 jenis serta beberapa jenis burung, seperti burung imigran Australia, raja udang, elang laut, dan beberapa bangau. Dengan adanya hutan-hutan mangrove ini membuat keindahan dibalik keangkeran Alas Purwo yang bisa membuat para pengunjung tidak merasa takut lagi berkunjung di wilayah sekitar Alas Purwo.

Comment

News Feed