by

Incip Bir Jawa, Tak Memabukkan Tapi Hangatkan Tubuh

-berita-360 views
Ist.

Malang – Namanya bir jawa. Meski memiliki nama bir, minuman ini tidak mengandung alkohol.

Istilah bir Jawa muncul pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Saat menemani orang – orang Belanda yang gemar minum bir, Sri Sultan membawa minuman itu untuk minumannya sendiri.

Minuman yang terbuat dari campuran rempah-rempah itu memang menyerupai bir. Namun bir Jawa tidak memabukkan. Minuman itu malah mampu menghangatkan badan dan menjadi minuman favorit orang Keraton Yogyakarta pada saat itu.

Saat ini, bir Jawa sudah dikenal di banyak daerah. Tak hanya Yogyakarta, tapi juga Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Banyak yang suka, dari anak-anak muda, bapak-bapak, segala segmen banyak yang suka,” kata salah satu penjual bir Jawa, Arief Puji Prasetyo, seperti dikutip dari Travel Kompas, Senin (1/10/2018).

Selama ini, Arief menjual bir Jawa di kedai miliknya, Kedai Lembusuro di Jalan Dr Soetomo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Ia membuat bir Jawa dengan komposisi bahan rempah-rempah yang menyehatkan. Antara lain kayu secang, jahe emprit, kapulogo, daun serih, dan kayu manis.

Seluruh jenis rempah tersebut direbus secara bersamaan dan diambil airnya.

“Ibaratnya minuman rempah-rempah. Cara penyeduhan jadi satu. Dibersihkan dan direbus bersamaan. Habis itu dituang, disaring, kita ambil biangnya,” kata Arief.

Saat penyajian, air hasil rebusan ditakar dalam sebuah gelas. Lalu dibubuhi jeruk nipis dan dikocok.

“Penyajiannya kita pakai jeruk nipis, biangnya kita kocok sampai keluar busanya,” katanya.

Dikatakan Arief, minuman itu mampu menghangatkan tubuh dan menyehatkan. Arief biasa menjual bir jawa hasil olahannya dengan harga Rp 8.000 per gelas.

“Untuk menghilangkan capek-capek, masuk angin,” simpulnya.

Comment

News Feed