by

10 Gambar Benteng Fort Rotterdam Makassar, Harga Tiket Masuk, Lokasi Alamat, Jam Buka Tutup + Nomer Telpon

-destinasi-2,848 views

Lokasi: Jl. Ujung Pandang, Bulo Gading, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90171
Map: KlikDisini
HTM: sukarela
Buka/Tutup: 08.00-18.00
Telepon: (0411) 3621701

foto by blog.vokamo.com

Bagi yang suka dengan wisata sejarah dan melihat peninggalan masa penjajahan, Makassar sepertinya kota yang cocok untuk tujuan berlibur Anda. Di Makassar terdapat banyak sekali peninggalan benteng. Salah satu yang terkenal adalah Benteng Fort Rotterdam.

Benteng ini adalah peninggalan Kerajaan Gowa Tallo. Benteng Fort Rotterdam terletak di tepi pantai. Alamatnya ada di Jl. Ujung Pandang, Bulo Gading, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan atau sebelah barat Kota Makassar.

Bagi Anda yang berencana berlibur ke Makassar atau sedang mencari informasi, deskripsi atau latar belakang mengenai Benteng Fort Rotterdam untuk dijadikan makalah, laporan hasil penelitian dan lainnya, simak artikel dibawah ini. Akan ada Semoga membantu!

Profil Benteng Fort Rotterdam Makassar

Berikut ini adalah informasi sejarah singkat, asal usul serta rahasia dibalik Benteng Fort Rotterdam Makassar. Benteng fort rotterdam memiliki keunika karena jika diamati dari udara memiliki bentuk segi lima serupa dengan sebuah penyu yang mau masuk ke pantai.

foto by makassar.tribunnews.com

Siapa yang membangunnya? Pendiri benteng ini adalah Raja Gowa ke-9 bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi Kallona. Pembangunannya sekitar tahun 1545. Mulanya benteng ini bernama benteng Jumpandang/ Ujung Pandang.

BFR adalah peninggalan sejarah dar Kerajaan Gowa. Kerajaan yang mencapai puncak kejayaan di abda 17. Kerajaan Gowa sebenarnya mempunyai 17 buah benteng tersebar diseluruh pelosok kota. Namun dari keseluruhan benteng, BFR memiliki bentuk yang megah dan hingga kini masih terjaga keasliannya.

foto by instagram.com/ajiabiyoga/

Ketika awal dibangun, bentuk benteng adalah persegi serupa seperti bangunan benteng bergaya Portugis. BFR dibuat dari material batu yang dicampur dengan tanah liat kemudian dibakar sampai kering.

Sultan Sultan Gowa ke 14 pada 9 Agustus 1634 membangun dinding tembok menggunakan material batu padas hitam dari Maros. Sedangkan letak tembok yang dibangun kedua ada di dekat gerbang. Pembangunanya pada 23 Juni 1635, akan tetapai di tahun 1655-1669 benteng pernah mengalami kehancuran.

Kehancuran tersebut disebabkan oleh pasukan Belanda yang pada waktu itu dipimpin Gubernur Jendral Admiral Cornelis Janszoon Speelman sedangkan kerajaan Gowa dipimpin Sultan Hasanuddin. Tujuan pasukan Belanda adalah memperluas daerah kekuasaan dan menguasai jalur rempah-rempah.

foto by catperku.com

Karena pertepuran selama kurang lebih setahun, kondisi benteng mengalami kerusakan sebagian. Kemudian pada 18 November 1667, Raja Gowa dipaksa agar mau untuk tanda tangan Perjanjian Bongaya.

Akhirnya Belanda membangun lagi kerusakan benteng dengan perubahan gaya arsitektur yang semula Portugis kini bergaya Belanda dan dinamai dengan Fort Rotterdam. Tinggi dinding pagar mencapai 5 meter dan tebalnya 2 meter dengan model pintu ukuran kecil. Itulah kenapa bentuknya mirip seperti penyu jika diamati dari atas.

Masyarakat Gowa Makassar memiliki nama lain untuk benteng ini yaitu Benteng Panyyua. Benteng ini memiliki 5 menara. Ada 4 menara berada di masing-masing sudut dan 1 lagi di pintu utama. Kemudian, isi dalam benteng berupa 13 bangunan, 11 bangunan digunakan Belanda dan 2 bangunan adalah buatan Jepang.

foto by objekwisatapopuler.com

Selain itu, dibangunnya BFR juga memiliki fungsi sebagai ruang tahanan. Setelah benteng diambil alih oleh Belanda dimana salah satu ruang tahanan tersebut digunakan untuk menyekap Pangeran Diponegoro. Pada zaman pendudukan Belanda disini, dibangun pula sebuah gereja.

Ketika Belanda berkedudukan di Makassar, perlawanan demi perlawanan dilakukan rakyat untuk mengusir pasukan Belanda dari tanah mereka. Benteng-benteng inilah menjadi saksi kisah perjuangan pribumi yang hingga kini menjadi situs peninggalan sejarah yang harus dilestarikan.

Benteng Rotterdam mempunyai luas 2,5 hektar secara keseluruhan dan ada 16 buah bangunan didalamnya yang memiliki luas sekitar 11.605,85 m2. Kondisinya hingga kini cukup terawat dan masih terjaga keaslin bentuk arsitekturnya.

foto by tempatwisataid.com

Selain itu ada Museum La Galigo yang memiliki koleksi lebih dari 5000 tentang prasejarah, numismatic, etnografi, naskah, naskah dll yang dipakai oleh suku Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja. Disini juga ada keterangan lengkap mengenai beragam jenis teknologi yang digunakan, juga kesenian dan peninggalan-peninggalan lainnya.

Selain wisata bersejarah, para pengunjung hanya ingin berselfi ria. Mereka mencari spot foto terbaik untuk menghasilkan jepretan gambar sempurna baik diupload atau tidak ke medsos. Mengambil background di bangunan jaman dahulu memang memberi kesan vintage dan sentuhan keindahan ke sebuah foto yang berbeda

foto by instagram.com/persit_hasanuddin/

Harga Tiket Masuk

Benteng Fort Rotterdam buka dari hari Senin hingga Minggu dari jam 8 pagi hingga 6 sore. Harga tiket masuknya adalah sukarela. Anda dapat membayar seikhlasnya tanpa dibatasi nominal. Akan tetapi untuk ke Museum tiket masuknya adalah Rp 7500. Namun Museum hanya buka pagi hari dari jam 8 hingga 12.30 siang dari Selasa – Minggu.

foto by wisataiwisata.com

Misteri

Menurut beberapa cerita dari masyarakat sekitar, bangunan benteng ini cukup mistis. Menurut cerita dari petugas yang menjaga tempat ini bahwa suatu hari ketia beliau sendang menonton tv tiba-tiba terdengar suara orang sedang berjalan dari lantai atas.

Ruangan tersebut padahal terkunci, namun ada suara jelas seperti langkah kaki jalan kesana kemari. Lantai ruang atas berbahan kayu ulin sehingga membuat jelas suara langkah kaki itu. Dan masih banyak lagi cerita keanehan lainnya.

foto by instagram.com/zaqiyamani/

Suasana mistis atau angker memang sering dirasakan ketika berada di sebuah bangungan peninggalan penjajah terutama tempat ini usianya sudah lebih 3 abad. Bagi orang yang memiliki sensitivitas tinggi ketika masuk ruangan yang energi ghaibnya tinggi biasanya auranya akan berbenturan.

Ada yang unik di lokasi BFR yaitu keberadaan sebuah makam yang tidak diketahui secara pasti asal usulnya hingga saat ini. Makam ini selalu ramai akan kedatangan peziarah terutama ketika hari-hari besar Islam.

foto by sobatpetualang.com

Pengunjung yang datang ke makam banyak sekali. Para jama’ah haji juga berziarah kesini sebelum mereka berangkat ke tanah suci. Jadi, saran saja jika Anda ingin berziarah namun kurang suka keramaian hindari hari-hari tersebut.

Bagi Anda yang sedang mencari informasi tuliskan latar belakang sejarah berdirinya benteng Fort Rotterdam semoga dapat membantu. Jika Anda merasa kurang, mungkin dapat juga mengakses website-website seperti wikipedia untuk mendapatkan informasi secara terperinci atau Anda juga dapat menonton video di youtube untuk lebih jelas melihat kondisinya.

Comment

News Feed