by

10 Gambar Prasasti Palas Pasemah Lampung, Peninggalan Kerajaan, Apa Isi Nya, dan Ditemukan di Daerah?

-berita-808 views
Prasasti palas pasemah adalah lampung peninggalan kerajaan berisi gambar artikel penemu foto ligor merupakan arti apa isi tentang ditemukan di daerah dari sriwijaya letak pengertian sejarah
Prasasti Palas Pasemah, Foto: syakyakirty.blogspot.com

Lokasi: Desa Palas Pasemah, Kabupaten Lampung Selatan, 35594
Map: Klik Disini
HTM:
Buka/Tutup:

Telepon:

Bingung untuk liburan kemana? Ada destinasi wisata istimewa untuk dikunjungi ketika anda ada waktu luang. Tempat tersebut bukan sekedar obyek wisata menyenangkan, tapi ada kepuasan lain yang bisa kita peroleh secara gratis. Pengunjung bisa belajar sekaligus  menambah wawasan secara langsung ketika mengunjungi lokasi ini.

Inilah alasan mengapa obyek wisata itu sangat layak untuk disinggahi. Apalagi anda hobi menggali pengetahuan baru dengan fakta-fakta yang ada di sekitar obyek wisata tersebut. Obyek wisata itu berhubungan dengan sejarah kerajaan besar di Indonesia. Karena ada kaitannya dengan masa kemegahan kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara, maka kata yang  lebih cocok adalah obyek sejarah.

Bersejarah, Foto: sejarahlengkap.com

Obyek wisata bersejarah yang akan diperkenalkan ini berkaitan dengan kerajaan  Sriwijaya. Sriwijaya mengandung  dua suku kata yaitu Sri dan Wijaya. Berdasarkan pengertiannya, arti dari kata Sri yaitu cahaya. Sedangkan wijaya berarti kemenangan. Jika disimpulkan maknanya berarti cahaya kemenangan. Sriwijaya merupakan kerajaan Budha berpengaruh besar  yang berasal dari daerah Palembang, di tepi sungai Musi.

Kerajaan tersebut termasuk kerajaan maritim yang sangat terkenal. Salah satu peninggalannya ditemukan di daerah Lampung. Dahulu kala, Lampung merupakan bagian dari kerajaan Budha terbesar di Indonesia ini. Hal itu terjadi karena sebagian besar wilayah di Pulau Sumatera adalah bagian kekuasaannya, termasuk Lampung. Peninggalan yang ditemukan  tersebut berupa prasasti.

Ditemukan Di Tepi Way Pisang, Foto: facebook.com

Apa itu Prasasti? Prasasti disebut juga dengan batu bertulis. Situs kerajaan berupa batu tertulis yang ditemukan tersebut bernama Prasasti Palas Pasemah. Biasanya,  isi dari batu tersebut berhubungan dengan berbagai informasi menyangkut apapun tentang sebuah kerajaan.

Secara umum, batu ini dibuat oleh sang penguasa  suatu wilayah.Bagi penggemar materi sejarah dan kebudayaan, tentu saja pengalaman  ini tidak akan lewat begitu saja. Apalagi anda berada di  dekat lokasi  prasasti tersebut dipelihara.

Ditulis Dengan Aksara Pallawa, Foto: syarahrahae.blogspot.com

Rute menuju lokasi

Sesuai namanya, lokasi keberadaan prasasti ini terletak di desa Palas Pasemah. Desa ini masuk ke dalam wilayah kecamatan Palas, kabupaten Lampung Selatan. Banyak orang belum begitu mengetahui tentang obyek bersejarah  ini. Karena itulah,  pengunjung harus bertanya ke penduduk di jalan menuju lokasi agar tidak tersesat.

Meskipun tak terlalu populer, situs ini lumayan terawat dengan baik. Jadi, pengunjung tidak akan kecewa jika ingin menyaksikannya ini secara langsung. Rute menuju lokasi dapat anda mulai dari Bakauheni atau pun kota Bandar Lampung.  Ini larena jalan menuju lokasi berada diantara  pelabuhan Bakauheni menuju Bandar Lampung.

Setelah berkendara sejauh 20 kilometer, anda akan menemukan sebuah persimpangan. Persimpangan  tersebut mengarah ke Palas dan jalur tengah Lampung.  Setelah itu, ambillah arah kanan menuju lokasi situs.  Untuk mencapai lokasi,  jarak yang harus anda tempuh dari persimpangan tersebut adalah 10 kilometer.

Harta Sejarah Indonesia, Foto: sumseltour.blogspot.com

Sejarah mengenai Prasasti  Palas Pasemah

Jauh sebelum Indonesia ada, banyak kerajaan  tersebar di seluruh Nusantara.Beberapa Kerajaan ini, dikenal dengan luasnya  wilayah kekuasaan. Salah satunya yaitu kerajaan Budha terbesar itu, Sriwijaya. Kekuasaannya bukan hanya berada di daratan  yang sama, namun sudah merambah melewati samudera.

Sriwijaya berkembang menjadi besar dari abad ke 6 sampai 11 Masehi. Sumber mengenai keberadaan kerajaan ini dapat ditemukan pada catatan kronik penjelajah China, berbagai Arca dan Prasasti yang diciptakan untuk kepentingan penguasa.  Situs tersebut  tersebar di wilayah kedaulatannya. Salah satu informasinya  ditemukan di Palas Pasemah.

Lokasi penemuan  batu bertulis ini berada dalam wilayah Kaliandra. Tepatnya di tepi Sungai Pisang, anak Way Sekampung di daerah Lampung Selatan. Tulisan didalamnya berjumlah 13 baris, namun 2 diantara baris tersebut  telah hilang. Tulisan tersebut menggunakan aksara lama yaitu Palawa dengan bahasa Melayu Kuna.

Peninggalan Sriwijaya, Foto: melayuonline.com

Berdasarkan periode pembuatannya,  Palas Pasemah termasuk kedalam bagian dari Prasasti Persumapahan Sriwijaya. Anggota dari persemupahan ini yaitu Prasasti telaga Batu, Kota Kapur, dan Karang berahi. Semuanya berisi tentang kutukan dan ancaman yang diperoleh bagi penentang serta tidak tunduk pada penguasa. Termasuk berbuat kejahataan dalam wilayah  Sriwijaya.

Secara khusus, isinya yaitu peringatan ditaklukannya daerah Lampung Selatan. Artikel pertama mengenai situs tersebut dibahas oleh Prof. Dr. Bukhari dengan judul An Old Malay Inscription of Srivijaya at Palas Pasemah (South Lampung)  pada tahun 1979. Tulisan ini diperbincangkan dalam pra seminar penelitian mengenai  Sriwijaya. Tepatnya di pusat penelitian purbakala dan peninggalan nasional, Jakarta pada tahun 1979.

Disimpan Dalam Lemari Kaca, Foto: ummetro.ac.id

Setelah ditelusuri, situs Persemupahan ini dibuat pada abad ke 7 ketika Raja Dapunta Hyang  Sri Jayanasa berkuasa.  Raja ini dianggap sebagai pendiri kerajaan  termasuk mengembangkannya menjadi sangat besar dalam sejarah. Tentu saja, penemuan di Lampung ini termasuk kedalamnya.

Wilayah kekuasaan kerajaan Budha terbesar di Indonesia ini sangat luas. Salah satu  sumber informasi mengenai  kebesaran nya  ditemukan di luar Indonesia yaitu Thailand. Namanya yaitu Prasasti Ligor yang berada di Nakhon si Thammarat dalam kawasan Thailand Selatan.  Batu  yang mengandung aksara ini cukup unik, karena tulisannya ada di 2 kedua sisi.

Prasasti Palas Pasemah, Foto: syakyakirty.blogspot.com

Sisi pertama dari Batu Ligor bercerita tentang kegagahan raja Sriwijaya. Raja dari segala pemimpin tertinggi dunia. Ia mendirikan Trisamaya Caitya untuk Kajara. Sisi kedua terdapat angka berupa tahun yaitu 775 Masehi. Isinya menjelaskan mengenai  gelar Visnu Sesawarimada Wimathanayang diberikan  pada Sri Maharaja dari keluarga Sailendravamsa.

Penampakannya di masa sekarang

Sejak  masa ditemukannya hingga sekarang, keberadaan batu tulis palas pasemah masih berada dalam area semula. Ia tidak pernah berpindah tempat sekali pun. Malah, situs ini tetap terawat dengan baik.

Situs Prasasti Palas Pasemah, Foto: kemdikbud.go.id

Untuk menjaga agar tetap awet, pemerintah memperkerjakan seorang pegawai yang dikenal dengan juru kunci prasasti. Ia bekerja di bawah kementrian pendidikan dan kebudayaan. Khususnya dibawah  Direktorat Jendral kebudayaan Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang.

Prasasti yang berbentuk setengah lonjong ini telah dtutupi oeh kaca di sekelilingnya. Pemerintah menambahkan pagar di sekitar prasasti. Plang jalan sebagai penunjuk jalan juga sudah diperbaiki. Selain  itu kawasan jalan masuk juga telah diganti dengan paving blok untuk kenyamanan pengunjung.

Wisata Edukasi, Foto: fastrans22.blogspot.com

Mengenang kebesaran Sriwijaya ibarat mengingat nostalgia sejarah. Kebesaran dan keagungannya yang tersohor membuat kita kagum. Ia menguasai hampir sebagian Indonesia dan beberapa kawasan di Asia. Pusat pemerintahannya terletak di Palembang. Di kota ini, Agama Budha juga tumbuh dengan pesat sebelum masuknya Islam.

Di daerah Lampung juga terdapat prasasti lain. Meskipun tidak setenar Palas Pasemah. Namanya hujug langit terdapat di desa Haur Kuning. Jika singgah ke Lampung untuk wisata  sejarah, bisa juga mengunjungi tempat ini sekaligus. Tulisan di batu ditulis dengan menggunakan bahasa Melayu kuno dengan menggunakan aksara Pallawa.

Wisata Sejarah, Foto: semuatentangprovinsi.blogspot,com

Tapi, tulisan tersebut tidak terlalu jelas sekarang karena sudah tergerus oleh zaman. Namun, ini tak menyurutkan minat pengunjung yang ingin belajar dan mengambil foto secara langsung mengenai batu bersejarah ini. Hal paling penting adalah esensi yang dibawa oleh batu bertulis. Terutama fakta sejarah yang terkandung didalamnya.

Comment

News Feed