by

10 Gambar Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon, Sejarah Akulturasi Asal Usul + Keunikan Arsitektur Tempo Dulu

Tampak Luar (foto: merbabu.com)
Tampak Luar (foto: merbabu.com)

Lokasi : Jl. Jagasatu, Kesepuhan, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45114
Map: KlikDisini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 24 jam
Telepon:

Berwisata merupakan kegiatan sangat dinantikan oleh semua orang. Sangat tidak mungkin jika ada orang membenci kegiatan menyenangkan ini. Setiap insan tentu membutuhkan liburan untuk menyeimbangkan jiwanya. Rasa bosan merupakan rasa paling tidak diinginkan dan hanya dengan liburanlah rasa tersebut dapat berkurang bahkan hingga sirna.

Mengunjungi tempat-tempat dengan pemandangan cantik memang sangat bisa membuat rasa penat di benak seseorang hilang seketika. Namun, ada  hal yang harus diketahui bahwa liburan itu tidak sebatas mengunjungi tempat-tempat tersebut. Liburan juga bisa menjadi salah satu ajang untuk menenangkan jiwa dengan lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

Wisata religi terkadang dilupakan oleh orang-orang. Padahal ketenangan jiwa lebih mudah diraih dengan lebih banyak mengingat Sang Maha Kaya. Bisa dibilang ini bagaikan mendayung namun sudah melewati 2 hingga 3 pulau. Tentu liburan seperti ini merupakan kegiatan jauh lebih bermanfaat.

Pintu Masuk ke Ruang utama (foto: indonesiakaya.com)
Pintu Masuk ke Ruang utama (foto: indonesiakaya.com)

Berbicara mengenai wisata religi. Indonesia memiliki beragam situs keagamaan dan tentunya dari agama yang diakui di Bumi Pertiwi ini. Mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha, semuanya ada di Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika yang menyatukan perbedaan tersebut.

Saat ini kita akan membicarakan mengenai situs religi dari Islam. Kedatangan Islam di Indonesia seakan menyebar bagaikan parfum. Harum dan menenangkan adalah alasan mengapa agama ini menjadi agama mayoritas di Bumi Pertiwi. Namun saat ini isu toleransi seakan menyudutkan umat islam.

Tak lain dan tak bukan alasannya adalah karena dunia politik dan para muslim belum paham mengenai Islam itu sendiri. Toleransi dalam beragama adalah dengan membiarkan pemeluk agama lain menjalankan ritual ibadahnya dengan tenang. Dalam Islam, Aqidah adalah pokok. Apabila hal tersebut rusak atau cacat maka sudah rusak keislamannya.

Sekarang mari kita kembali ke pokok bahasan pertama. Berlanjut, di Cirebon terdapat sebuah mesjid yang amat terkenal. Dari sumber cerita yang beredar, masjid itu dikabarkan dibangun hanya dengan semalam.

Tentu ini adalah hal yang dapat menarik perhatian orang-orang. Masjid tersebut adalah Masjid Agung Sang Cipta Rasa atau lebih dikenal dengan Masjid Agung Cirebon. Lantas kapan dan siapa yang membangun atau pendiri masjid dengan karpet berwarna merah ini?

Asal Usul Masjid Agung Cirebon

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai keindahan serta keunikan arsitektur Masjid Agung Sang Cipta Rasa, maka mati kita bahas terlebih dahulu mengenai sejarah atau asal usul berdirinya atau pembangunan masjid ini.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa dikabarkan sebagai masjid tertua di Cirebon. Masjid ini merupakan saksi bisu penyebaran islam di wilayah ini. Diperkirakan, masjid ini di bangun sekitar tahun 1480 M. Tahun tersebut juga merupaan tahun dimana para wali yang berjumlah sembilan orang atau lebih dikenal dengan Wali Songo tengah mendakwahkan agama Islam di tanah Jawa.

Dikerjakan oleh Sekitar 500 Orang

Keunikan Arsitektur Masjid Agung Cirebon (foto: kompas.com)
Keunikan Arsitektur Masjid Agung Cirebon (foto: kompas.com)

Tentu nama masjid ini sangat beda dengan mesjid pada umumnya. Umumnya masjid menggunakan nama dari bahasa arab. Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan nama diambil dari kata sang yang memiliki pengertian keagungan, cipta berarti dibangun dan rasa memiliki arti digunakan.

Dari nama tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa masjid ini dibangun dan digunakan untuk sarana beribadah guna menyembah Sang Maha Agung. Mengacu pada tradisi yang diinformasikan oleh Wikipedia. Masjid ini dikabarkan dibangun dengan melibatkan sekitar lima ratus orang. Para pekerja tersebut berasal dari daerah Majapahit, Demak dan Cirebon.

Dua Arsitek yang Luar Biasa

Keunikan Tiang Penyangga (foto: hipohan.blogspot.com)
Keunikan Tiang Penyangga (foto: hipohan.blogspot.com)

Arsitek dari mesjid ini sendiri terdapat dua orang. Dua orang tersebut merupakan pilihan dari Sunan Gunung Jati. Kedua orang ini adalah Sunan Kalijaga dan Raden Sepat. Raden Sepat merupakan arsitek dari Majapahit yang menjadi tawanan perang Demak – Majapahit. Arsitek dari Majapahit tersebut bertugas untuk membantu Sunan Kalijaga dalam mendesain masjid ini.

Dikumandangkan 7 Orang Muadzin

7 Orang Muadzin (foto: republika.co.id)
7 Orang Muadzin (foto: republika.co.id)

Masjid Agung Cipta Rasa Saka Tatal dulunya dikabarkan memiliki memolo atau kemuncak atap. Kubah tersebut dipindah ketika Azan Pitu salat Shubuh digelar untuk mengusir Aji Menjangan Wulung pada abad ke-16. Dikabarkan kubah tersebut pindah ke Masjid Agung Banten yang hingga saat ini masih memiliki dua kubah.

Dari aspek sejarah tersebut hingga saat ini setiap Shalat Jum’at di Masjid Agung Cirebon dikumandangkan Azan Pitu. Adzan ini cukup unik karena dilakukan oleh 7 orang muadzin berseragam serba putih yang dilakukan secara bersamaan. Ini merupakan ciri khas dari mesjid ini.

Akulturasi di Arsitektur Masjid Agung Cirebon

Terlepas dari sejarah. Sekarang mari kita membahas mengenai arsitektur bangunan yang selalu dapat membuat orang takjub dibuatnya. Tidak seperti pada masjid umumnya yang berada di pulau jawa. Masjid Agung Cirebon pada atapnya tidak memiliki kemuncak. Masjid ini sendiri terbagi menjadi dua ruangan yakni beranda dan ruangan utama.

  • Ruang utama
Bagian dalam Masjid Agung Cirebon (foto: nasionalisme.co)
Bagian dalam Masjid Agung Cirebon (foto: nasionalisme.co)

Memasuki ruangan utama merupakan hal yang mudah karena terdapat 9 pintu untuk memasuki ruangan tersebut. Jumlah pintu ini melambangkan jumlah dari Wali Songo. Terdapat pencampuran atau akulturasi budaya dalam arsitektur Masjid Agung Sang Cipta Rasa, karena masyarakat Cirebon tempo dulu terdiri dari berbagai etnik.

Tak heran jika arsitekturnya memadukan gaya Cirebon, Demak dan Majapahit. Di bagian mihrabnya terdapat sebuah ukiran berbentuk bunga teratai yang dibuat oleh Sunan Kalijaga. Di bagian tersebut juga terdapat 3 buah ubin yang memiliki tanda khusus.

Tanda ini digunakan untuk melambangkan tiga ajaran pokok agama yakni Iman, Islam dan Ihsan. Kabarnya ubin-ubin tersebut dipasang oleh Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga ketika masjid Ini pertama kali berdiri.

Dua Macam Pintu Masuk (foto: kompas.com)
Dua Macam Pintu Masuk (foto: kompas.com)

Pintu-pintu ini ada yang memiliki tinggi berbeda. Ada yang memiliki tinggi satu meter dan dua meter. Pembedaan ini bertujuan bahwa ketika semua orang itu sama. Sama maksudnya adalah semuanya harus tunduk kepada Sang Maha Pencipta. Itulah kesan yang ingin disampaikan dari arsitektur ini.

Di bagian dalamnya terlihat tiang-tiang penyangga yang seakan disusun bagaikan puzzle karena tidak menggunakan paku. Terdapat pula area khusus untuk shalat keluarga keraton, mungkin itu bertujuan agar keluarga keraton lebih khusyuk dalam beribadah. Nama tempat ini adalah Kramba. Letaknya berada di depan dan belakang. Berikut adalah gambar Kramba tersebut.

  • Beranda
Beranda Masjid Agung Cirebon (foto: oleholehmami.com)
Beranda Masjid Agung Cirebon (foto: oleholehmami.com)

Ketika bulan Ramadhan datang, bagian kanan atau Utara masjid sering ramai dikunjungi orang. Pada bagian tersebut terdapat sebuah sumur zam- zam atau Banyu Cis Sang Cipta Rasa yang merupakan peninggalan dari Wali Songo berdasarkan cerita yang ada. Belum diketahui secara pasti ukuran sumur tersebut.

Orang-orang mempercayai bahwa air di dalam sumur itu berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Dikabarkan juga sumur yang terdiri dari dua kolam ini juga dapat digunakan untuk menguji kejujuran seseorang.

Ada Perpustakaan di Berandanya (foto: coklatkita.com)
Ada Perpustakaan di Berandanya (foto: coklatkita.com)

Namun tidak diketahui secara pasti apakah legenda atau misteri itu benar adanya. Jika mengacu dalam ajaran Islam, maka hanya satu sumur yang memang berkhasiat, yakni yang berada di Tanah Suci Makkah. Terlepas dari itu, semuanya hanya akan berlaku jika Sang Maha Pencipta mengijinkan. Berikut adalah foto atau poto sumur tersebut.

Lokasi Masjid Agung Cirebon

Orang-Orang sedang Sholat (foto: okezone.com)
Orang-Orang sedang Sholat (foto: okezone.com)

Masjid Agung Sang Cipta Rasa beralamat di Jalan Keraton Kasepuhan Nomor 43, Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, West Java, Indonesia. Lokasi ini cukup dekat dengan daerah perhotelan, raya Adhidarhma dan menara Kota Kanoman.

Hotel-hotel yang dekat antara lain BATIQA Hotel Cirebon, Hotel Intan, Asri Hotel Cirebon, Asia Hotel, Hotel Baru, Royal Mega Boutique Hotel, Grand Dian Boutique Hotal dan beberapa lainnya. Deskripsi hotel (ukuran, fasilitas, harga per malam dan lain sebagainya) dapat dilihat dari situs-situs untuk memesan hotel secara online.

Comment

News Feed