by

10 Gambar Jembatan Barelang Batam Roboh Ditabrak Kapal? Sejarah Misteri Penampakan Hantu

-berita-496 views
Jembatan barelang batam gambar misteri sejarah 1 roboh foto trio elexis ditabrak kapal video 6 2 seafood nama penampakan hantu city riau islands enam kepri hotel ambruk lompat indonesia runtuh panjang putus kota lagu batak angker photos 2012 5 ada berapa arsitek alamat artikel tertabrak cerita dimana malam hari kejadian terjun mancing kecelakaan mayat jatuh pantai fungsi pulau gitar wikipedia image trans balerang kepulauan jumlah jarak kunci kisah lima lokasi lukisan menghubungkan map perdana satu suramadu struktur spesifikasi souvenir syair terdapat provinsi dibangun tahun youtube ukuran usia vector wisata wallpaper restaurant dari restoran kelong golden fish 3 4 vihara vio
Jembatan Barelang (foto: zahibam.blogspot.co.id)

Lokasi:  JL. Jembatan II, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau, 29472
Map: KlikDisini
HTM:  Gratis
Buka/Tutup: 24 Jam

Berkunjung ke Pulau Batam rasanya masih belum lengkap tanpa singgah ke Jembatan Barelang, karena landmark inilah yang menjadi ikon dari Pulau Batam. Dengan bentuk menyerupai Golden Gate berukuran mini, jembatan ini terlihat begitu menawan apalagi ditambah dengan latar belakang birunya laut dan pulau-pulau kecil di sekelilingnya. Keindahan tersebut tidak saja mampu menghilangkan penat dan merefresh pikiran, tapi juga menginspirasi setiap orang.

Tidak heran jika Trio Elexis menggubah lagu berbahasa Batak dengan judul “Jembatan Barelang” yang bertutur tentang kisah kasih yang tak sampai. Tidak hanya syair lagunya saja yang bercerita tentang Barelang, tapi juga gambar dari video klip lagu tersebut berlatarbelalang jembatan yang memukau tersebut. Cukup dengan melihat video klip lagu tersebut lewat chanel youtube, siapapun akan mengagumi keindahan dan kemegahan Balerang Bridge yang menjadi kebanggaan masyarakat Batam.

senja di jembatan barelang (foto: asepgorbachev.wordpress.com)

Jembatan Barelang Selayang Pandang

Sebagai pilot project berteknologi tinggi, jembatan yang memiliki alamat di JL. Jembatan II, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau ini melibatkan insinyur Indonesia dengan jumlah ratusan untuk membangunnya, tanpa melibatkan satupun tenaga dari luar negeri. Berbeda halnya dengan Suramadu Bridge yang menggunakan perusahaan konstruksi dan juga  arsitek dari negeri China.

Dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp.400 Miliar dan masa pembangunan selama 6 tahun (1992 – 1998), Barelang yang terdiri atas enam komprador, membentang sepanjang 54 km. Tujuan jembatan ini dibangun adalah untuk memperluas cakupan wilayah kerja Otorita Batam selaku regulator daerah Industri di Kepri Island, karena bangunan ini memiliki fungsi yang vital untuk menghubungkan jalur Trans Barelang.

Nama asli jembatan itu sendiri sebenarnya adalah Jembatan Fisabilillah yang juga disebut Jembatan Habibie, karena pembangunannya diprakarsai oleh Presiden RI ke-3. Namun, masyarakat Batam lebih sering menyebutnya Jembatan Barelang yang merupakan akronim 3 pulau besar yang dihubungkan oleh bangunan tersebut, yaitu Pulau Batam, Rempang dan GaLang. Selain itu, masih ada 3 pulau lainnya yang dihubungkan oleh jembatan tersebut yaitu Pulau Nipah, Pulau Tonton dan Pulau Galang Baru.

Perahu Layar di Bawah Jembatan Barelang (foto: 1001wisata.com)

Disamping memiliki satu nama populer yaitu Barelang, masing-masing jembatan sebenarnya memiliki nama-nama sendiri yang diambil dari nama raja-raja yang dalam sejarah pernah  berkuasa di Kawasan Melayu – Riau pada abad 15 – 18 M. Keenam nama yang dipakai untuk Jembatan I – VI tersebut adalah Tengku Fisabilillah (I) yang dikenal dengan nama Jembatan Satu atau Jembatan Barelang, Jembatan Nara Sanga (II), Raja Ali Haji (III), Sultan Zainal Abidin (IV), Tuanku Tambusai (V) dan Raja Kecik (VI).

Merujuk pada artikel yang tertulis di wikipedia, Spesifikasi dan ukuran dari Barelang Bridge adalah komprador berstruktur Lengkung dengan konstruksi cantilever bermaterialkan beton bertulang yang memiliki bentuk lengkung 245 meter, panjang 385 meter, bentangan 11 x 35 meter, ruang bebas bawah 27 meter dan lebar dek 18 meter. Sedang lima komprador yang lain menggunakan struktur Haunched Girder dan Box Girder dengan konstruksi metode balanced centilever dan konstruksi segmental.

Meski hanya ditangani oleh tenaga ahli dari Indonesia, kekuatan dan daya tahan dari Barelang Bridge tidak perlu disangsikan, bahkan dijamin tidak akan ambruk hingga seratus tahun yang akan datang. Pada bulan Juni 2016 memang sempat ada 9 kabel dari 112 kabel panjang penahan komprador yang putus dan banyak masyarakat khawatir jembatan tersebut akan roboh atau runtuh. Namun pihak Badan Pengusahaan Batam menjamin daya tahan bangunan, dan putusnya kabel bukan disebabkan karena kualitas bahan yang buruk, tapi karena ulah usil para pengunjung yang sengaja menyayat dan merusak karet pengaman kabel serta terkena jilatan api dari sampah yang dibakar di dekat kabel.

Jembatan Barelang pada Malam Hari (foto: wisatania.com)

Dalam usia yang sudah menginjak dua dasawarsa, Jembatan Barelang belum pernah sekalipun mengalami gangguan yang berarti, apalagi sampai membahayakan. Hanya saja, pada 6 Juni 2016, Komprador IV yang menghubungkan Batam dengan Pulau Rempang pernah rusak parah tertabrak kapal asing Ausie I. Akibat kecelakaan tersebut, tubuh jembatan sempat bergeser sejauh 1,2 meter dari posisi semula.

Pesona Jembatan Barelang

Pada saat proses pembangunan dan di tahun-tahun perdana difungsikan, kawasan di sekitar Jembatan Barelang dikenal angker serta banyak cerita-cerita misteri yang berkembang tentang penampakan hantu berwujud Kuntilanak. Kondisi tersebut sekarang telah berubah semenjak Barelang menjadi destinasi wisata. Bahkan, pada malam haripun kawasan di sekitar tempat ini banyak diramaikan anak-anak muda karena pada malam hari suasana Barelang memang lebih romantis.

Namun demikian, sejumlah kisah misteri masih tetap menyelimuti area ini dan banyak kejadian yang sulit untuk diterima akal. Salah satunya adalah fenomena dijadikannya Barelang sebagai tempat favorit untuk bunuh diri. Menurut Ditpam Batam City, dalam setahun sekitar 15 – 20 orang nekad terjun dari atas jambatan setinggi 48 meter tersebut. Sebagian ada yang dapat diselamatkan karena langsung ditolong begitu terlihat jatuh, sebagian besar lainnya tewas, bahkan yang sering terjadi, mayat korban baru diketemukan beberapa hari kemudian karena saat lompat dari atas jembatan tidak ada yang mengetahui.

Tugu Nama Jembatan Barelang (foto: sekilaspengalamanku.blogspot.co.id)

Terlepas dari hal-hal yang sulit untuk dinalar, Barelang Bridge memiliki pesona tersendiri lewat bentuknya yang mirip dengan Golden Gate yang ada di San Fransisco, California, Amerika Serikat. Pengunjung yang berada di tempat ini, tidak saja akan disuguhi oleh indahnya bangunan jembatan, tapi juga oleh pemandangan alam yang menawan berupa hamparan laut yang dikelilingi pulau-pulau kecil di sekelilingnya.

Melengkapi serunya berwisata di tempat ini, sebuah bangunan megah didirikan tidak jauh dari lokasi yang bakal memanjakan penggemar wisata belanja, yaitu Plaza Barelang Batam dengan bangunannya yang indah dan unik. Sementara bagi penggemar wisata kuliner, terdapat banyak warung di sekitar lokasi yang menyediakan berbagai jenis makanan khas dan sulit ditemui di tempat-tempat lain. Selain itu, terdapat pula outlet-outlet yang menjual berbagai jenis souvenir dengan tulisan dan lambang landmark yang menjadi ikon dari Kota Batam ini.

Bagi wisatawan yang datang dari luar kota atau luar pulau, tidak perlu bingung jika ingin menginap, karena di sekitar landmark kebanggaan masyarakat Batam ini terdapat banyak hotel dengan berbagai tarif dan fasilitas, seperti Golden View Batam, Swiss Bell In Batam, Harris Resort Waterfront Batam, Holiday Inn Batam, serta masih banyak lagi penginapan yang lain.

Beberapa Aktifitas Seru di Jembatan Barelang

Aktifitas di Sepanjang Jembatan Barelang (foto: sekilaspengalamanku.blogspot.co.id)

Tidak hanya menghadirkan lukisan alam yang menawan, serangkaian aktifitas seru juga dapat dinikmati di sekitar landmark ini dan dipastikan akan memberikan keasyikan tersendiri. Beberapa aktifitas menarik tersebut diantaranya adalah:

– Memancing

Bagi pengunjung yang memiliki hobby memancing, sangat disarankan untuk membawa joran, umpan dan peralatan memancing yang lain kemudian menuju ke Jembatan 2 dan 4 untuk mencoba mengadu ketangkasan sekaligus keberuntungan. Sesial apapun Anda, dipastikan akan pulang dengan membawa ikan, karena perairan di kedua lokasi tersebut menjadi tempat hidup berbagai jenis ikan dalam jumlah yang melimpah, seperti ikan Kerapu, Kakap, Selincing, Kaci, Toka dan berbagai jenis ikan yang lain. Aktifitas mancing bisa dilakukan di pinggir pantai atau ke tengah laut dengan menyewa perahu para nelayan.

– Kuliner

Berbagai jenis makanan khas dan lezat dapat ditemui di warung-warung yang ada di sekitar Barelang dengan harga yang cukup terjangkau. Menariknya, sebagian dari warung tersebut lokasinya menjorok di atas permukaan air laut, sehingga pengunjung dapat bersantap sambil menikmati indahnya pemandangan laut yang berhias pulau-pulau kecil di sekelilingnya. Diantara rumah makan yang ada di sekitar lokasi, ada dua rumah makan yang cukup populer bagi masyarakat Batam, yaitu “Restoran Kelong Jembatran 2 Barelang” dan “Barelang Seafood Restaurant”.

Kelebihan dari kedua restoran tersebut, selain menyediakan tempat makan yang megah dan mewah dengan latar belakang pemandangan laut, cara memasaknya juga menggunakan model Lifer Seafood, dimana bahan-bahan yang akan dimasak, seperti ikan, udang, kepiting, cumi/sotong, Siput, Gong-gong serta yang lain, sebelum dimasak masih dalam kondisi hidup. Bahkan, di Barelang Seafood Restaurant terdapat satu tempat makan khusus yang hanya terdiri dari 4 meja makan. Tamu yang memesan meja tersebut dapat langsung menunjuk jenis makhluk laut yang akan dimasak ke keramba yang menjadi tempat hidupnya, karena lokasi meja makan di samping keramba.

Tepi Jembatan Barelang (foto: bolehtanya.com)

– Hopping Island

Naik perahu berkeliling pulau yang ada di kawasan Barelang, sudah menjadi aktifitas berwisata di tempat ini sejak lama. Hanya saja, dulu yang mengantar wisatawan berpetualang antar pulau-pulau kecil adalah perahu-perahu kayu milik para nelayan. Saat ini, tepatnya sejak akhir Januari 2016, aktifitas Hopping Island tidak hanya dapat dilakukan dengan perahu-perahu kayu, tapi juga  menggunakan kapal boat yang memiliki fasilitas mewah layaknya kapal pesiar.

Dengan membayar Rp.500.000 untuk dewasa dan Rp.300.000 untuk anak-anak, wisatawan dapat berkeliling di 10 pulau yang ada di kawasan Barelang, yaitu Pulau Nipah, Panjang, Aur, Akar, Ripu, Sekikil, Bengkina, Lauce, Kura Besar dan Tanjung Keramat. Penyedia jasa Hopping Island tersebut adalah “Golden  Fish Seafood Restaurant & Cottage” dengan menggunakan kapal MV Sea View. Fasilitas yang diperoleh wisatawan selain berlayar antar pulau adalah menikmati kuliner di atas kapal dengan resto dan ruang karaoke di dek 2 dan 3, live music dan tentunya kesempatan mengambil foto dengan background dek depan kapal serta lautan yang menghampar. Untuk yang gemar membuat landscape photos, perjalanan mengarungi laut selama 3 jam juga menjadi momen spesial, karena di atas kapal akan dapat disaksikan  keindahan alam yang memukau dan menarik untuk diwujudkan dalam bahasan gambar dan dijadikan wallpaper.

Hopping Island di atas kapal berkapasitas 250 – 300 orang ini dapat dinikmati setiap hari pada jam 12.30  dan 17.30, sedang untuk hari Sabtu dan Minggu jadual tour hanya sekali yaitu pada pukul 15.30 – 18.00.

Tempat-tempat Wisata di Dekat Jembatan Barelang

Selain menikmati keindahan dan berbagai aktifitas menarik di Jembatan Barelang, wisatawan juga dapat berkunjung ke sejumlah objek wisata yang jaraknya cukup dekat dengan landmark yang  megah ini. Beberapa objek wisata tersebut diantaranya adalah:

Vihara Pa-Auk Tawya Vipassana Dhura Hermitage (foto: travelingyuk.com)

– Vihara Pak Au Tawya

Berada di Pulau Rempang, Vihara Pak Au Tawya Vipassana Dhura dapat dicapai dengan menyeberangi Jembatan 4 Barelang. Lokasinya yang ada di atas ketinggian bukit, membuat vihara dengan desain yang eksotis ini dapat dilihat dari jarak 1 km. Fungsi dari vihara ini selain sebagai tempat sembahyang dan pelaksanaan Upacara Chanting setiap malam, juga dijadikan Meditation Centre.

Wisatawan yang berkunjung ke sini, selain dapat menyaksikan keelokan bangunan vihara juga dapat menikmati panorama laut dan kawasan hutan yang menawan di Pulau Batam. Taman-taman kecil yang cantik di depan vihara ditambah sejuknya udara sekeliling, selain membuat betah untuk berlama-lama juga dapat dijadikan background menarik untuk selfie. Apalagi ada ornbamen-ornamen unik dalam bentuk arca dan stupa-stupa ala Candi Borobudur.

– Kampung Vietnam

Image yang tergambar dalam benak setiap orang setiap kali membicarakan tempat wisata adalah tempat yang indah dan menyenangkan. Tapi berbeda halnya jika berkunjung ke Kampung Vietnam yang ada di Pulau Galang ini, yang diperoleh justru potret kelam dari sebuah perkampungan seluas 80 hektar yang pada tahun 1975-an dijadikan sebagai camp pengungsian rakyat Vietnam akibat perang saudara yang terjadi di negara tersebut.

Di Kampung Vietnam ini dapat disaksikan bekas rumah-rumah pengungsi, barak-barak, sekolah, tempat ibadah, rumah sakit bahkan penjara. Terdapat pula kapal-kapal kayu yang dulu dipakai pengungsi untuk meninggalkan negerinya, Komplek Pemakaman Nghia-Trang Galang yang menjadi kuburan bagi 503 pengungsi yang meninggal karena wabah penyakit serta Museum Kampung Vietnam yang menyimpan barang-barang peninggalan pengungsi serta foto-foto mereka.

– Pulau Vio

Pemandangan di Pulau Vio (foto: travelingyuk.com)

Meski namanya masih belum begitu populer, Pulau Vio diperkirakan bakal menjadi primadona pariwisata di kawasan Barelang, karena pantainya yang berpasir putih menyuguhkan pemandangan yang indah. Begitu juga dengan air lautnya yang jernih serta taman laut yang ada di bawah permukaan air. Pulau Vio dapat dijangkau dengan terlebih dahulu menyeberangi Jembatan 5 serta menyusuri jalan yang menuju ke Pantai Mirota. Akses jalan yang menuju lokasi saat ini masih berupa tanah yang kondisinya licin pada saat musim hujan.

 

– Pulau Petong

Objek wisata berupa pulau kecil berpasir putih dengan air lautnya yang jernih ini dapat dijangkau dengan menyeberangi Jembatan 6. Kejernihan air laut dengan tingkat visibilitas yang tinggi ditambah taman laut dan habitat air yang hidup di dalamnya membuat Pulau Petong sangat menarik untuk dijadikan lokasi diving dan snorkeling serta sangat memikat sebagai destinasi wisata bahari.

 

– Tanjung Piayu

Destinasi wisata ini berupa perkampungan tua yang terletak di pinggir pantai. Pada hari-hari biasa suasana yang ada di perkampungan ini sangat sepi, namun pada saat akhir pekan atau musim liburan menjadi salah satu tempat favorit yang banyak dikunjungi wisatawan. Karena selain memiliki pantai yang indah, Tanjung Piayu juga menyuguhkan sunset yang menawan dengan latar belakang Jembatan Barelang 1.

Pantai Mirota (foto: youtube.com/TuanZero)

– Pantai Mirota

Pantai yang lokasinya bersebelahan dengan Pantai Vio ini sangat mudah dijangkau, karena begitu menyeberang Jembatan 5, wisatawan akan langsung menjumpai rambu petunjuk arah menuju ke lokasi.  Tidak seperti Pantai Vio, Pantai Mirota sudah dikelola dengan baik serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas bagi wisatawan, seperti aneka jenis permainan air, mulai dari persewaan ban, pelampung, kano, banana boat sampai dengan peralatan snorkeling. (*)

Comment

News Feed