by

10 Gambar Candi Badut di Malang, Sejarah, Jalan + Harga Tiket Masuk

-berita-697 views
 Candi badut malang sejarah gambar jalan kota harga tiket masuk terletak peninggalan kerajaan agama jawa timur bercorak mataram kuno adalah artikel akulturasi arah berasal dari bangunan dibangun oleh raja bentuk bagian tertua cerita corak ciri wurung dau karang widoro dimana fungsi foto merupakan jago kidal kecamatan letak lokasi legenda tidar nama prasasti penjelasan pendiri profil peta relief rangkuman sketsa situs struktur terdapat tempat wikipedia wisata
Keindahan wisata sejarah di Malang. Foto: wisatadimalang.net

Lokasi: Jalan Candi 5D, Karangwidoro, Dau, Kota Malang, Jawa Timur 65146
Maps: Klik Disini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 24 Jam
Telepon:

Malang mempunyai sisi sejarah dan budaya yg tidak berbeda jauh dengan wilayah di Jawa kebanyakan. Salah satunya adalah dengan adanya sebuah candi dimana merupakan salah satu bukti peninggalan sejak jaman dulu mulai dari jaman kerajaan Hindu hingga Mataram Kuno sudah ada.

Salah satu candi yg bisa dinikmati di Malang ini adalah Candi Badut dimana memiliki corak atau akulturasi yg sangat erat dengan candi-candi lain di Jawa Timur serta daerah Jawa lainnya. Hal ini bisa terlihat dengan banyaknya artikel mengenai proses penelitian serta penggalian dari candi tersebut.

Sisa-sisa peninggalan sejarah di Malang. Foto: wikipedia.com

Mengenal Candi Badut

Kawasan wisata budaya dan sejarah Candi Badut ini letak dan lokasi serta alamatnya berada di area tengah pemukiman serta perumahan penduduk. Bagi para pelancong yang ingin menikmati sisi lain dari candi tersebut harus masuk ke gang kecil. Dijamin tidak ada yang akan mengira jika di gang ini mempunyai salah satu peninggalan sejarah yang memiliki nilai historis sebagai peninggalan agama Hindu serta candi tertua di Malang.

Candi yg mempunyai ciri seperti Candi Wurung di Magelang ini Secara administratif berada di daerah Karang Besuki, Karang Widoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Candi ini ada di atas lahan dengan luas mencapai 2808 m2. Sementara di sekitar kawasan wisata sejarah ini dikelilingi oleh gunung Kawi di bagian Selatan dan juga gunung Arjuna yang ada di barat. Sedangkan di bagian utara sudah ada Gunung Tengger. Lalu di area Timur ada Gunung Semeru.

Pintu masuk ke area candi. Foto: wikipedia.com

Menurut cerita serta penjelasan, candi Badut Tidar ini kabarnya dikelilingi dengan pagar tinggi. Sekarang ini situs sejarah bercorak khas Hindu pada bagian bangunan ini hanya tersisa pondasi semata. Banyak cerita baik dari situs resmi pemerintah Malang hingga wikipedia mengulas mengenai kawasan wisata sejarah tersebut.

Di tempat wisata sejarah ini sendiri bangunan yg dibangun oleh raja ini terbuat dari batu andhesit dengan sketsa denah dari para ahli arkeolog berbentuk 4 persegi dimana mempunyai ukuran sekitar 17,27 m x 14,04 m. Dan memiliki tinggi mencapai 8 m. Candi ini memiliki arah ke Barat. Seperti yang sudah disebutkan diawal bahwasanya menjadi salah satu obyek wisata sejarah tertua di daerah Jawa Timur. Hal ini bisa dilihat dari jurnal rangkuman dimana menceritakan bahwa dibangun pada tahun 760 M.

Suasana di sekitar wisata sejarah. Foto: idsejarah.net

Candi ini pada awal penemuannya berada di dalam tanah. Candi yg terletak di jalan Candi 5D ini dulu dipenuhi dengan pohon besar yang berada di area tengah sawah. Ketika itu EW Mauren Brechter menemukan salah satu legenda bersejarah tersebut. Melihat dari foto serta gambar kala ditemukan pertama kali, kondisi situs bersejarah ini memang sangat mengenaskan.

Menurut cerita dan bekas relief peninggalannya, sudah dilakukan pemugaran sebelumnya yaitu di tahun 1925 hingga 1926 dan kemudian dilakukan di tahun 1990-1991. Melihat dari bentuk bangunan dan fungsinya, terdapat beberapa peninggalan seperti prasasti, arca seperti durga, agastya dan juga lingga yoni. Hal ini semakin menetapkan bahwa corak Hindu menjadi dasar dari bangunan tersebut.

Suasana sore di lokasi sejarah Malang. Foto: merbabu.com

Sementara struktur dan arsitektur dari bangunan ini terdiri dari kaki, tubuh dan juga atap. Bagian depan ini sudah ada undakan yang akan menuju ke arah bilik. Sebelumnya sudah ada Selasa Pradaksi napatha dimana merupakan tempat guna mengelilingi area bangunan dengan jalur dari arah kiri menuju ke arah kanan. Di area tubuh ini tampak lebih tambun dengan bagian pintu masuk memiliki hiasan kalamakara dimana adalah seni dari Jawa Tengah. Sedangkan di dalam bilik sudah ada lingga dan yoni.

Sisa peninggalan tempo dulu. Foto: wisatadimalang.net

Sejarah dari Candi Badut

Melihat dari ilmu pengetahuan serta arsitekturnya, bangunan ini merupakan gaya peralihan budaya yg berasal dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Hal ini juga menjadi salah satu bukti mengenai terjadinya proses perpindahan pusat dari kerajaan di Jawa Tengah menuju ke timur. Tentu saja semakin terkait hubungan berita perpindahan kerajaan Holing menuju ke arah timur pada tahun 740 Masehi.

Dan diartikan selanjutnya bahwa raja dari dinasti Sanjaya ini bergerak ke timur disebabkan Dinasti Sailendra yg terus mendesak dinasti Sanjaya tersebut. Daerah yang dituju oleh dinasi Sanjaya ini tentu saja daerah Malang. Tidak heran jika banyak candi yg kemudian dibangun di sini seperti Candi Jago, Kidal hingga Candi Badut. Nama terakhir dibangun di abad ke VIII M.

Berfoto di pelataran candi. Foto: wisatadimalang.net

Tempat wisata sejarah ini adalah salah satu peninggalan dari masa pemerintahan Kanjuruhan yang ketika itu berada di daerah Dinoyo di sisi barat laut Malang). Pendiri dari bangunan ini bisa terlihat dengan adanya prasasti Dinoyo di 760 Masehi atau tahun 682 Saka. Prasasti ini sendiri menggunakan batu dengan tulisan huruf Kawi, serta bahasa Sansekerta. Di sini disebutkan nama pendiri serta profil mengenai salah satu peninggalan tersebut.

Ketika itu sang raja yaitu Dewa Simha memiliki putra bernama Limwa. Limwa ini memiliki seorag puteri Uttejana yang kemudian menikah dengan Jananeya. Limwa ini akhirnya menggantikan sang ayah dan memiliki gelar yaitu Gajayana. Di masa pemerintahan Gajayana ini dibangunlah bangunan tersebut pada tanggal 1 Kresnapaksa bulan Margasirsa tahun 682 Saka atau tanggal 28 Nopember 760 Masehi.

Pemandangan di sekitar situs sejarah. Foto: malangkab.gov.id

Arca di sini kemudian ditasbihkan para pendeta dari kerajaan Kanjuruhan tersebut yg paham dengan kitab Weda dimana diikuti leh para petapa sthapaka dan rakyat. Dalam kesempatan tersebut sang raja juga memberikan tanah, sapi hingga kerbau serta budak laki-laki dan perempuan bertugas untuk menjaga serta memenuhi segala keperluan para pendeta.

Keperluan itu seperti tempat pemujaan, penyucian diri hingga area tempat peristirahatan para pengunjung. Di sini juga disebutkan adanya lingga keramat. Di sini terdapat sebuah lingga dengan lambang Prasasti Dinoyo dimana sudah diamankan atau disimpan di Museum Pusat Jakarta. Proses penemukan pertama oleh E.W. Maurenbrechter pada tahun 1923 ini memang hanya terdiri dari batu runtuhan dan juga tanah.

Area ini dahulu adalah suatu kompleks dengan adanya pagar tembok tinggi. Dan area bangunan utama sendiri bukan berada di pusat halaman. Untuk area pintu masuk utama ada di bagian barat. Dan sudah ada hiasan Kalamakara di sini. Bangunan ini terdiri dari kaki, badan dan juga atap. Untuk area kaki ini sudah ada perbingkaian bawah, badan kaki serta perbingkaian atas.

Foto Candi Badut. Foto: dekama94.com

Di area Bingkai bawah ini terdapat area pelipi rata. Lalu ada pula susunan bata-bata rata dan juga polos. Sementara di area depan sudah ada tangga ke arah bilik. Sudah ada area selasar keliling dengan pradakasinaptha. Di area dalam sedikit lebih besar dan tinggi. Terdapat gaya arsitektur khas Jawa Tengah di dalamnya. Sementara di area tangga sebelah selatan ini juga terdapat Kinara-Kinari.

Di area ketiga sisinya ini sudah ada relung-relung dimana di area dalamnya ini sudah terdapat arca Durga di bagian utara dan guru atau Agastya di bagian selatan. Sementara di bagian timur sudah hilang atau hancur. Lalu di area sisi kiri – kanan dari pintu masuk ini juga ada relung-relung kecil dimana terdapat Mahakala dan juga Nandiswara.

Dan sudah ada hiasan pola bunga di sekitar relung tersebut. Sayangnya bagian atap dari bangunan ini sudah hancur sehingga tidak terlihat keseluruhannya. Proses rekonstruksi ini dimuat di dalam sebuah rangkuman OV 1929 dimana terdapat gambar bagian atap yg terdiri dari 2 tingkat dengan bentuk kerucut. Hiasan yang ada di sini memiliki bentuk antefix. Sementara di bagian depan ini sudah ada bekas dari alas kecil dengan nama Candi perwara.

Sisa jejak kerajaan Hindu di Malang. Foto: kompasiana.com

Rute dan Akses ke daerah Karangwidoro

Bagi para wisatawan yg hendak mengunjungi Candi Badut ini bisa menggunakan kendaraan pribadi dan angkutan umum. Harap memperhatikan petunjuk dengan benar. Pasalnya jalan menuju ke candi ini cukup kecil dan samar. Bisa pula menggunakan aplikasi Google Map yg akan menyajikan peta atau denah menuju ke kawasan wisata sejarah ini.

Untuk mengunjungi Candi Badut ini tidak dikenakan harga tiket masuk. Para pelancong bisa bebas memasuki kawasan sejarah ini dengan gratis. Tentu saja memberikan pengalaman menarik dan mendapatkan pengetahuan lebih dalam mengenai sejarah dan budaya di Malang.

Comment

News Feed