by

10 Gambar Alun Alun Kota Malang, Hotel Murah Dekat Lokasi + Sejarah

-berita-398 views
Alun alun kota malang hotel murah dekat tugu sejarah gambar alamat foto batu di sekitar peta terbaru jawa timur baru indonesia sekarang 2017 yang direnovasi tempo dulu setelah renovasi malam hari angkot ke air mancur menuju asal usul jadwal lokasi ciuman dibuka desain penginapan fungsi fasilitas merdeka gereja letak geografis jatim kuliner konsep
Air mancur nan indah. Foto: wisatatempat.com

Lokasi: Jalan Merdeka Selatan, Kauman, Kiduldalem, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
Maps: Klik Disini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 24 Jam
Telepon: (0341) 352712

Kota Malang sekarang ini sudah menjadi salah satu destinasi wisata dengan keindahan alam serta pesona yg ditawarkan. Apalagi ada banyak kawasan wisata dan lokasi liburan nan menarik yg bisa ditemukan di sini. Salah satu kawasan wisata dan lokasi liburan yg pas dan sangat sayang untuk dilewatkan adalah Alun-alun kota Malang atau bernama Alun-alun Merdeka Malang.

Salah satu destinasi liburan di pusat kota Malang dan berdekatan dengan Batu ini memang baru saja direnovasi atau revitalisasi. Dengan mengusung desain serta konsep baru, tentu saja area dengan nilai sejarah yg cukup tinggi ini menjadi salah satu lokasi liburan nan menyenangkan. Apalagi fungsi dari taman yg letak geografisnya persis di pusat kota ini sebagai taman hijau serta penyejuk alami.

Masjid Jami’ dan taman bunga. Foto: malangstrudel.com

Revitalisasi Alun-alun Merdeka Malang

Seperti yg sudah dibahas di awal bahwa area pusat kota ini sudah direvitalisasi serta renovasi total. Tentu saja dengan desain terbaru, ada banyak hal yg bisa ditemukan di sini. Salah satunya adalah area air mancurnya yang super keren dan bisa menjadi obyek foto atau gambar menarik. Apalagi di malam hari. Area air mancur ini menyajikan keindahan pemandangan di kala malam hari.

Tentu saja para wisatawan yang menginjakkan kaki ke kawasan wisata tersebut tidak akan rugi. Tidak heran banyak para pengunjung berpacaran sembari menikmati pemandangan di sekitar air mancur. Banyak para pengunjung terutama anak muda berpacaran di sekitar air mancur. Asal jangan sampai berciuman.

Signage Alun-alun Malang. Foto: dolandolen.com

Selain air mancur, salah satu pesona taman kota di Jawa Timur atau Jatim ini adalah atap payung dengan konsep melayang atau bergelantungan. Taman kota yg dibuka kembali usai diubah memang memiliki konsep berbeda dengan taman tempo dulu. Meski tidak menghilangkah asal usul dari taman tersebut.

Payung yang bergelantungan ini terhubung dengan pepohonan rindang di sekitar area taman. Sekilas mirip dengan pemandangan yg didapat di Jalan Otista Bandung. Tentu saja bisa memberikan kesejukan kepada para wisatawan. Bukan hanya itu saja, di sini sudah ada fasilitas lain seperti adanya merpati guna membuat kawasan wisata taman ini semakin cantik dan indah. Apalagi dengan adanya merpati di sini membuat suasana di tempat liburan ini menjadi lebih menarik.

Dengan konsep terbaru ini, taman Alun-alun Merdeka Malang tersebut juga terhubung dengan beberapa area. Mulai dari area kuliner hingga tempat peribadatan seperti gereja dan masjid. Di sekitar taman ini terdapat Masjid Jami’. Tidak heran jika area taman kota ini kerap digunakan untuk beribadah terutama untuk sholat Idul Fitri dan Idul Adha yg akan membludak hingga ke area taman. Jadwal penggunakan tempat sebagai ibadah tentu saja sudah bisa dilihat oleh para wisatawan.

Suasana di taman kota. Foto: ngalam.com

Selain masjid dan tempat ibadah, di sini juga sudah disediakan berbagai macam penginapan seperti hotel murah di dekat taman. Tidak heran di tahun 2017 ini menjadi salah satu destinasi wisata di Indonesia sekarang ini. Fasilitas lain yg bisa digunakan adalah adanya mini gazebo nan menarik.

Salah satu bentuk program revitalasi alun-alun ini adanya mini Gazebo yang bisa digunakan oleh para pengunjung bersantai serta menikmati suasana alam sembari melihat air mancur nan menarik. Apalagi di sini sudah tersedia fasilitas Free wifi yang akan membuat para pengunjung terutama anak-anak muda semakin betah. Tentu saja menjadi salah satu fasilitas yang sangat dinantikan.

Selain area gazebo, di sini sudah ada bangku taman dengan bentuk nyaman dan indah. Para pengunjung bisa bersantai di sekitar area kursi atau bangku taman tersebut. Tidak heran jika pada bulan Ramadhan ada banyak anak-anak muda dan warga sekitar Malang duduk santai sembari menunggu waktu berbuka. Dan di sini akan banyak jajanan kuliner yang lezat.

Signage di Taman Merdeka. Foto: tripadvisor.com

Di sini pula sudah ada jalur khusus sepeda. Bagi para pelancong yg gemar bersepeda, bisa menggunakan jalur tersebut guna berkeliling di sekitar Alun-alun Merdeka tersebut. Apalagi udara di sekeliling taman memang cukup sejuk dan segar. Selain berfungsi sebagai jalur sepeda, ada pula jalur untuk pejalan kaki yg semakin bersih dan rata. Penghubung jalan antara yang satu dengan lainnya memang sudah tertata rapi.

Di sini juga sudah ada area toilet serta ruang khusus menyusui. Hal ini tentu saja untuk memudahkan para pengunjung terutama ibu-ibu menyusui untuk menyusui anak mereka di sekitar area lokasi wisata. Di salah satu sudut dari alun-alun ini juga sudah ada tempat bermain anak-anak.

Keindahan di taman kota. Foto: ngalam.com

Rute menuju ke Lokasi Alun-Alun Kota Malang

Letak dan lokasi serta alamat dari Alun-alun kota Malang ini terletak di Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen dan berada di antara ruas Jalan Merdeka yaitu Jalan Merdeka Barat, Jalan Merdeka Utara dan juga Jalan Merdeka Timur serta Jalan Merdeka Selatan.

Letaknya berada persis di depan Masjid Agung Jami’ Kota Malang. Untuk menuju ke kawasan wisata ini para pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi, angkot atau angkutan umum. Apalagi untuk menemukannya sangat mudah. Jika berangkat dari Bandara atau terminal, hanya menempuh jarak sekitar 13 km dari bandara dan 8 km dari terminal Arjosari. Sedangkan jika dari Terminal Landungsari sekitar 9 km. Para wisatawan bisa menggunakan aplikasi Google Maps untuk menampilkan peta dan denah ke arah sini.

Masjid Jami’ dan Air Mancur. Foto: ilovemalang.net

Bagi para wisatawan yang berangkat dari terminal Arjosari atau dari kota Surabaya bisa mengambil jalur ke arah Jl. Raya Malang. Setelah itu lanjutkan perjalanan ke Gempol – Jl. A. Yani dan lurus saja hingga di pertigaan Jalan Borobudur. Lalu masuk ke Jl. Letjend S. Parman – RSUD Dr. Saiful Anwar dan lurus ikuti jalan ke perempatan Kayu Tangan atau BCA. Dari Gereja Kayu Tangan lanjutkan perjalanan ke arah Alun alun Kota Malang.

Sementara jika dari arah stasiun, para pengunjung bisa menuju ke Jl. Kertanegara kemudian ke Alun Alun Tugu atau Balai Kota Malang – Jl. Simpang Mojopahit dan juga Gereja Kayu Tangan. Dari sini ikuti jalan utama ke arah Taman Kota Malang.

Mini Gazebo di salah satu sudut. Foto: tripadvisor.com

Jalur lainnya yaitu dari Terminal Landungsari atau kota Batu. Dari sini para pengunjung bisa menuju ke Jl. Raya Tlogomas – Jl. M.T Haryono dan lurus saja ketika di pertigaan jalan Gajayana. Kemudian ambil ke jalan MT Haryono dan lurus di area perempatan Jembatan Suhat serta menyambung ke Jl. Mayjend Panjaitan. Kemudian pilih jalur lurus di area pertigaan jalan Bogor – Jl. Mayjend Panjaitan hingga nanti bertemu pertigaan Mc. Donalds Kayu Tangan. Dari sini berbelok ke arah kanan menuju Gereja Kayu Tangan. Dan ikuti jalan utama menuju ke area Masjid Jami’.

Air mancur di salah satu sudut taman kota. Foto: kompasiana.com

Sejarah dan Asal usulnya

Malang memiliki cerita tersendiri. Salah satunya tentu saja area pusat kota dimana menjadi lokasi pertemuan antara warga masyarakat di sini. Tentu saja ada perbedaan antara Malang dengan daerah lainnya di Indonesia. Di Malang ini terdapat 2 taman di area pusat dari Malang tersebut. Area pertama yg lebih awal hadir adalah Taman Merdeka dimana letaknya berada persis di depan Masjid Agung Jami’.

Pertama kali dibangun pada tahun 1882 dimana fungsi bangunan di sini memang berbeda dibandingkan di setiap distrik di Pulau Jawa. Biasanya pendopo kabupaten ini akan berdekatan dengan kantor asisten residen, sementara di Malang berbeda. Di sini memang dibangun sebagai tempat resmi pemerintah kolonial kala itu. Meski begitu pemerintah Belanda kurang menyukai desain dan juga fungsinya. Oleh sebab itu dilakukan revitalisasi.

Pemandangan Bird View. Foto: malangchanel.com

Di tahun 1914, usai Malang kala itu memiliki status sebagai gementee membuat pusat pemerintahan akhirnya dipindahkan ke area balaikota Malang dan juga ke taman J.P. Coen Plein di dekatnya. Kemudian Alun-alun merdeka ini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat guna berkumpul dan juga berekreasi bersama keluarga. Seiring berjalannya waktu banyak penjual datang ke sini. Sehingga area ini cukup terkenal bagi kalangan masyarakat lokal pada saat itu.

Sedangkan Alun-alun Tugu atau J.P Coen Plein ini lebih bersifat pemerintahakan kolonial. Sehingga jarang masyarakat lokal menginjakkan kaki ke sana.

Comment

News Feed