by

10 Gambar Air Terjun Atau Curup Gangsa Kasui Way Kanan: Surga Yang Tersembunyi di Pedalaman Lampung

-berita-688 views
Air Terjun Curup Gangsa, sumber: pariwisatalampung.com

Alamat: Tanjung jaya Kotaway, Kasui, Kabupaten Way Kanan, Lampung Indonesia 34767
Map: Klik Disini
HTM:  Rp 5.000, – /kendaraan
Buka/Tutup:
Telepon:  –

Kabupaten Way Kanan adalah salah satu dari kabupaten di Provinsi Lampung yang lokasinya paling utara dari kabupaten lainnya, berbatasan dengan Kabupaten Oku Timur Provinsi Sumatra Selatan.

Mungkin banyak yang tak tahu, bahwa di bumi petani ini banyak sekali obyek liburan belum tergarap dengan optimal. Mulai dari liburan alam sampai liburan kultur seperti kampung – kampung tua yang masih konsisten eksis dengan keragaman tradisinya.

Pesona Curup Gangsa, sumber: pariwisatalampung.com

Perjalanan ke Curup Gangsa adalah perjalanan panjang untuk menemukan “surga” tersembunyi di pedalaman Lampung. Jalur yang lumayan curam ketika menjelang wilayah kasui sampai desa Kotaway sempat di rasakan.

Sepanjang perjalanan rimbunnya pohon – pohon tersembul diberjenis – jenis sisi. Kebun kopi, lada & aneka tanaman perkebunan juga banyak ditemukan disini.

Terkadang perkampungan khas pedesaan yang kondisinya masih sepi terlihat bergerombol di sebagian spot. Jejeran rumah pentas suku Semendo juga sempat aku lihat di sebagian kampung. Seluruh berpadu, menjadi komponen yang tidak terpisahkan menuju wilayah liburan Curup Gangsa.

Tujuan wisata saat liburan, sumber: lampung.tribunnews.com

Perjalanan dari Bandar Lampung menuju Baradatu menjadi pusat ekonomi di Way Kanan memerlukan waktu sekitar 4 jam perjalanan. Dari Baradatu kita melanjutkan perjalanan menuju desa Kota Way, dimana daerah air terjun Curup Gangsa berada.

Cuma memerlukan waktu sekitar 1,5 jam kita akan hingga di obyek liburan Air Terjun Curup Gangsa. Jalur dari desa Kota Way menuju Curup Gangsa mulus & tidak banyak tikungan.

Air terjun Curup Gangsa bersumber dari patahan sungai Way Tangkas yang mengalir dari Bukit Punggur lewat sebagian desa di Kasui seperti Tanjung Kurung & Lebak Peniangan. Tepatnya berada di bawah kaki bukit Dusun Tanjung Raya.

Keindahan air terjun, sumber: malahayati.ac.id

Aneka keperluan hidup dapat diperoleh dengan mudh disini sebelum menjelang wilayah obyek liburan Curup Gangsa. Kalian juga dapat mengorder aneka makanan & kudapan disini.

Sementara didalam wilayah liburan sulit ditemukan daerah berjualan. Tapi, kalau Kalian berkeinginan berbelanja snack, banyak toko kecil dapat kita jumpai di Kota Way. Sementara dari Blambangan Umpu, Ibukota kabupaten Way Kanan, menuju Curup Gangsa berjarak sekitar 40 km.

Objek Liburan ini bisa ditempuh dengan memakai kendaraan roda empat atau dua. Tapi, sepertinya kendaraan roda dua lebih menantang & menyenangkan.

Menikmati keindahan, sumber: imgrum.com

Panorama yang sungguh luar umum, air terjun berpadu dengan hijaunya hutan di lereng pegunungan. Untuk merasakan debur sungai & derasnya curup gangsa kita seharusnya menuruni anak tangga yang berjumlah sekitar 67 anak tangga.

Ketinggian air terjun ini menempuh ± 50 m dengan lebar pematang air sekitar 20 meter, disisi lain ada juga air terjun kecil yang terpisah namun masih dalam satu wilayah. Panorama benar – benar menakjubkan kalau kita lihat air terjun ini dari aliran sungai.

Derasnya air terjun, sumber: agus-cik.blogspot.com

Lebar sungai Gangsa ini kurang lebih 20 meter. Banyak sekali batu – batu besar yang bertebaran di sepanjang sungai. Pemandangan air terjun secara keseluruhan terlihat terang dari sungai ini. Lokasinya yang berada di tempat perbukitan betul – betul sesuai untuk liburan adventure, memancing, berrenang maupun kegiatan air lainnya.

Konon, nama ‘Gangsa’ berasal dari legenda masyarakat setempat yang artinya bunyi gemerincing air terjun ini bagaikan bunyi seruling Gangsa. Seruling Gangsa sendiri adalah seruling bambu yang umum diterapkan oleh masyarakat pada masa lalu. Nah, dari bunyi inilah nama Curup Gangsa kemudian disematkan pada air terjun yang masih natural ini.

Rute Perjalanan

Spot permulaan dari Kota Bandar Lampung, Kalian dapat menuju ke arah Kabupaten Way Kanan, perjalanan yang akan Kalian tempuh menghabiskan waktu sekitar 4 sampai dengan 5 jam tergantung laju kendaraan Kalian & unsur perjalanan juga memberi pengaruh.

Peta lokasi, sumber: google.co.id/maps

Kalau telah menjelang Kabupaten Way Kanan, Kalian dapat bertanya – tanya dengan masyarakat sekitar ke arah Kota Badaratu & menuju ke pasar kasui, disana perjalan Kalian akan merasa terhibur Kalian akan memandang perkampungan bali yang notabanenya tiap rumah mempunyai ciri khas adalah terdapat pura – pura di rumahnya, dengan hiasan – hiasan yang menawan kian mempercantik pura tersebut.

Kalau telah melalui kampus bali, Kalian akan berjumpa dengan pasar kasui, & dari pasar ini, Kalian dapat lantas bertanya – tanya seputar jalan menuju ke Air Terjun Curup Gangsa, jaraknya sekitar 5 Km, perjalanan Kalian berikutnya akan mengalami kendala jalan tak cukup mulus lagi, dilihat jalan – jalan terdapat lubang – lubang yang kurang bagus.

Sesudah tiba di Air Terjun Curup Gangsa, rasa lelah Kalian tergantikan dengan nuansa & kenyaman yang menawan, harmonis dilingkungan sekitar liburan tersebut, titik – titik menarik banyak terdapat di liburan Air Terjun Curup Gangsa, Kalian dapat mendaki puncak batu yakni sebuah bukit yang diatasnya terdapat pura betul – betul sakral bagi masyarakat hindu di desa tersebut.

Perbaikan jalan, sumber: kupastuntas.co

Ada juga kentongan yang betul – betul dihormati & dijaga oleh masyarakat tersebut. Dan perlu diingatkan kalau pengunjung berkeinginan memukul kentingan tersebut, karenanya mencari ayam hitam untuk persyaratan permohonan maaf atas tindakannya memukul kentongan tersebut

Namun di balik peraturan & kisah pura tersebut kita di manjakan oleh panorama yang menawan dengan panorama bukit munggur & sebaiknya kalau Kalian telah puas di Air Terjun Curup Gangsa, berkeinginan berkunjung ke Puncak Batu sebaiknya Kalian Patuhi Aturan Tiket yang Ada.

Karcis Masuk

Untuk masuk ke wilayah Curup Gangsa pada hari libur atau hari – hari besar, Kalian cukup membayar Rp 5 ribu saja per unit kendaraan. Tapi kalau Kalian berkunjung pada hari umum, karenanya tak dipungut tarif sepeserpun alias tidak dipungut bayaran.

Tangga menuju air terjun, sumber: yopiefranz.com

Tapi mengingat kian ramainya pengunjung, kedepannya tentu akan dilegalkan karcis masuk cocok ketetapan. Dan memandang masih minimnya fasilitas serta tak terawatnya lokasi di sekitar obyek liburan ini, retribusi atau karcis masuk pengunjung rasanya perlu demi pengelolaan yang lebih bagus lagi.

Tapi demikian, masih banyak semak – semak & rumput liar yang cukup mengganggu perjalanan menuju air terjun tersebut. Sehingga, pengunjung seharusnya semak – semak tersebut untuk menempuh lokasi.

Sebenarnya telah ada tangga di daerah ini, tapi sepertinya telah lama tak terurus. Di daerah ini juga tak ada fasilitas untuk para pengujung, seperti ruang ganti maupun gubuk – gubuk kecil untuk sekadar berteduh & beramah – tamah.

Gerbang masuk, sumber: yopiefranz.com

Namun warga masyarakat telah berusaha untuk minta bantuan dari pemerintah untuk lebih mengoptimalkan & memfasilitasi daerah liburan ini. Tapi hingga kini pemerintah setempat belum memberikan respons.

Tangga menuju ke air terjun ini bahkan bukan adalah bantuan dari pemerintah maupun dari usaha masyarakat sekitar. Alhasil buatan bangsa Belanda yang dahulu pernah membikin PLTA disekitar daerah tersebut & diserahkan terhadap masyarakat sebab PLTA tersebut mengalami kegagalan.  tangga tersebut oleh masyarakat dimanfaatkan sebagai jalanan menuju air terjun.

Comment

News Feed